Togar Situmorang Desak Aparat Perketat Mobilitas Warga Cegah Penyebaran Covis-19

Togar Situmorang Desak Aparat Perketat Mobilitas Warga Cegah Penyebaran Covis-19

Foto: Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP.

Angka kasus positif virus corona (covid-19) terus bertambah. Apalagi orang yang terinfeksi tidak lagi imported case, tetapi menginfeksi secara transmisi lokal. Artinya bahwa kesadaran masyarakat untuk disiplin dan bertanggungjawab mentaati himbauan pemerintah diantaranya mengurangi kegiatan dan aktivitas diluar rumah, menghindari keramaian, dan wajib pakai masker, masih cukup rendah.

Melihat situasi tersebut, advokat Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP., sangat menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah tersebut. Padahal dengan melaksanakan himbauan pemerintah dengan disiplin dan bertanggungjawab, maka penularan covid-19 dapat dicegah sedini mungkin, dan kasus tertular dapat diminimalisir.

Togar Situmorang mengatakan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, juga Maklumat Kapolri termasuk Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan instruksi dan himbauan agar tidak bepergian dan menjaga jarak serta menghindari tempat keramaian.

Advokat kelahiran Jakarta 18 Agustus 1966 ini mengatakan, covid-19 telah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemic dan Indonesia juga telah menyatakan covid-19 sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus.

“Kondisi dari wabah virus corona atau covid-19 yang sedang melanda negeri ini semakin mencekam apalagi sejak Presiden Joko Widodo mengonfirmasi kasus pertama covid-19 di Indonesia, yakni pada Senin (2/3/2020) lalu banyak masyarakat Indonesia yang panik. Salah satu fenomena yang muncul setelah pengumuman itu adalah panic buying,” kata Togar Situmorang, Minggu (19/04/2020).

Advokat yang punya julukan “Panglima Hukum” ini mengungkapkan pemerintah telah menyatakan wabah virus corona sebagai bencana nasional. Maka, harus ada upaya gotong royong, sinergi sumber daya dan strategi dari semua komponen bangsa menghadapi rasa cemas yang dirasakan masyarakat internasional dan tentu masyarakat Indonesia.

“Melihat pandemi virus corona yang semakin parah ini, seharusnya penjagaan dan pengawasan terhadap lingkungan di sekitar harus diperketat lagi, jangan sampai orang asing atau masyarakat kita sendiri berkumpul dalam kerumunan karena itu akan meningkatkan resiko penyebaran covid-19 ini,” kata advokat dengan sederet prestasi dan penghargaan ini.

Seperti yang terjadi di sebuah villa di Badung beberapa waktu. Dimana sekelompok warga negara asing sedang menggelar sebuah pesta. Tentu apa yang dilakukan WNA ini telah melanggar arahan dari pemerintah untuk mencegah covid-19 seperti social dan physical distancing.

“Aparat di desa adat harus memperketat lagi pengawasan dan kontrol terhadap aktivitas warganya,” ucap advokat berdarah Batak, Medan, Sumatra Utara ini.

“Mari kita bersama-sama disiplin dan taat mengikuti anjuran pemerintah. Kalau mau virus ini cepat berakhir ya kuncinya ikuti anjuran pemerintah. Apabila masyarakat melihat atau mendengar adanya indikasi orang berkerumun atau akan mengadakan acara bisa langsung lapor ke pihak yang berwajib,” tutup Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm TOGAR SITUMORANG, Jl. Tukad Citarum No. 5 A Renon (kantor pusat), di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Kesiman Denpasar (kantor cabang I), dan di Gedung Piccadilly Jl. Kemang Selatan Raya No.99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan (kantor cabang II). (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *