Togar Situmorang Desak Polisi Segera Usut Tuntas Dalang Penipuan Berkedok Arisan

Togar Situmorang Desak Polisi Segera Usut Tuntas Dalang Penipuan Berkedok Arisan

Advokat, Togar Situmorang. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Kembali kasus arisan merebak dan telah diputus di Pengadilan Negeri Denpasar dengan vonis tiga tahun dan lima bulan serta subsider Rp.500 juta rupiah dan sangat mengapresiasi Hakim Ketua, I Ketut Kimiarsa.

Arisan sangat disukai kaum hawa dan merupakan kegiatan kumpul-kumpul baik yang saling kenal atau tidak kenal dan biasa diorganisasir oleh bandar atau ketua arisan dengan modal mengambil dana dari para anggota yang ikut dalam kelompok atau grup yang dikelola sang bandar atau ketua kelompok.

Banyak para kaum hawa tertarik karena ada bujuk rayu oleh sang bandar atau ketua kelompok dengan skema keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan. Namun kebanyakan arisan tersebut tidak berjalan sesuai bujuk rayu manis sang bandar atau ketua kelompok sehingga muncul permasalahan hukum.

Akibat sang bandar atau ketua kelompok tidak jujur dan tidak transparan dengan segala tipu daya, pada akhirnya menjadi permasalahan hukum. Hal itu biasa terjadi apabila dasar keuangan sang bandar atau ketua kelompok tidak mampu untuk memberikan dana yang terkumpul kepada penerima arisan atau anggota penerima sesuai dana yang dititip dan sudah terkumpul bahkan dipergunakan sang bandar atau ketua kelompok untuk keperluan pribadi.

Persoalan seperti itu mengundang perhatian advokat kondang berdarah Batak kelahiran Jakarta, Togar Situmorang. Pendiri Law Firm.Togar Situmorang itu menjelaskan modus yang dilakukan para bandar atau ketua Kklompok sangat beragam dan juga mereka mendapatkan informasi salah tentang pemahaman hukum dimana jelas terkait masalah arisan bodong atau arisan macet itu jelas masuk dalam ranah pidana dan terbukti sudah banyak yang masuk ke pengadilan salah satu yang tersebut diatas pada Pengadilan Negeri Denpasar namun diharapkan pihak kepolisian dapat diperberat dengan tambahan Pasal UU TPPU agar jelas dapat ditelusuri aliran dana yang dititip anggota dialirkan kemana saja dan bisa mencontoh hakim, I Ketut Kimiarsa, bisa diikuti hakim yang lain walau memang rata-rata vonis hukum para terdakwa selaku bandar atau ketua arisan diatas dua tahun penjara dan harus ditambah wajib mengembalikan uang para anggora arisan tersebut.

Advokat Togar Situmorang juga ada membuat pengaduan atau laporan di Polda Bali terkait arisan tersebut dimana korban telah mengalami kerugian kisaran tiga ratus delapan puluh juta rupiah. Dimana pengaduan hukum terkait peristiwa hukum tersebut sudah telah teregistrasi hukum Nomor : 297/V/2021/SPKT/POLDA BALI di Unit 2 Subdit 3 Ditreskrimum teradu inisial LS alias C, seorang wanita paruh baya pemilik warung makan.

Advokat Togar Situmorang selaku kuasa hukum melaporkan permasalahan hukum karena orang tersebut sebagai bandar atau ketua kelompok tidak koperatif dan uang yang sudah terkumpul tidak pernah diserahkan kepada kliennya sebagai anggota yang telah merupakan hak untuk mendapatkan penarikan atas dana arisan tersebut.

“Harapan kami agar bisa segera ditindaklanjuti sampai ke persidangan karena hal arisan seperti ini sudah banyak makan korban dan sang bandar atau ketua kelompok telah menikmati dana terkumpul sampai ratusan juta rupiah dari para anggota baik yang berasal dari Pulau Bali atau di luar Bali,” tutur Togar Situmorang di Denpasar, Sabtu (15/01/2022).

Dugaan hukum yang menjerat dapat dikenakan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP dan berharap penyidik menambahkan bisa juga dikenakan Pasal Pencucian Uang karena bila terbukti terkait dana dari para anggota yang telah ditransfer ke rekening pribadi sang bandar atau ketua kelompok dipergunakan untuk keperluan pribadi seperti bayar gaji atau karyawan misal untuk warung jualan makanan, membeli barang berupa tas atau pakaian juga aset misal bayar kontrakan atau melakukan transfer ke anggota keluarga bisa masuk ke Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berbunyi : “Setiap orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang, atau surat berharga atau perbuatan lain, atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil, tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dipidana karena tindak pidana pencucian uang dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milliar rupiah).

“Atas adanya pengaduan (klacht) tersebut karena menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah maka berharap untuk dapat dituntut di muka persidangan dengan segera penyidik memproses masalah hukum pidana murni ini dengan cepat,” harap kandidat Doktor Ilmu Hukum ini.

Togar Situmorang meminta Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra segera memberikan atensi serta memerintahkan para penyidik untuk dapat aktif meningkatkan kinerja apalagi terkait permasalahan arisan dimana korban ibu-ibu (emak emak) yang saat ini kondisi ekonomi sangat berat malah dana yang dititip di sang bandar atau ketua kelompok malah dikemplang alias tidak mau diserahkan kepada yang memiliki hak sebagai penarik arisan.

“Dimana agar tidak ada sesuatu yang membuat gaduh karena total peserta arisan tersebut berjumlah ada 24 orang emak-emak. Saya mendesak polisi dapat membongkar kedok bandar tersebut jangan-jangan banyak grup arisan yang dikelola wanita paruh bayah ini namun belum berani melapor, nah ini sangat dipertaruhkan amanah dari ibu-ibu arisan yang notabene kali ini adalah seorang ibu rumah tangga biasa sebagai korban dan mungkin masih banyak kelompok masyarakat dikelola teradu inisial LS alias C tersebut,” bebernya.

Togar Situmorang sebagai kuasa hukum korban inisial E tersebut sudah sangat koperatif dan selalu berinisiatif membantu memberikan fakta hukum termasuk bukti berupa kartu anggota para peserta arsan juga menghadirkan para saksi-saksi sehingga tidak ada alasan polisi untuk tidak bisa meminta keterangan kepada anggota lain yang dibutuhkan karena jelas tertulis nama nama lengkap dalam kartu anggota tersebut juga tercantum nilai uang yang wajib disetorkan via transfer ke rekening pribadi atas nama sang bandar atau ketua bernama LS alias C.

Dimana atas permasalahan arisan ini banyak anggota arisan tersebut yang belum berani melapor ke pihak polisi karena menganggap proses terlalu lama dan malah akan mengeluarkan biaya dan waktu juga pikiran namun sesungguhnya sebagai warga negara yang baik dan taat serta tunduk kepada aturan hukum wajib membantu aparat kepolisian seperti yang dilakukan klien Togar Situmorang dengan berani melaporkan sang bandar berinisial LS alias C pemilik sebuah warung makan agar bisa membuat efek jera dengan segera dihukum melalui persidangan.

“Situasi sekarang masih dalam keadaan yang memprihatinkan sebab pandemi Covid-19 belum berhenti. Dimana masyarakat kita masih dalam kesusahan, kenapa tega-teganya mempersusah kehidupan orang lagi,” ketusnya.

Ia mengaku miris mengetahui masih ada orang yang mencari dana dari cara menghimpun anggota dengan iming-iming keuntungan sehingga menyerahkan dana namun pada saat giliran penerima arsan meminta dana titipan anggota lain malah tidak bisa dicairkan bahkan surat somasi dari Kantor Hukum TOGAR SITUMORANG diabaikan sehingga jelas ada niat menguasai sejumlah dana titipan arisan berjumlah ratusan juta rupiah dari anggota sehingga kasus ini masuk dalam ranah hukum di Polda Bali.

Diharapkan pihak penyidik harus serius menangani Dumas (Pengaduan Masyarakat) tersebut dan jangan ada kesan ragu atau takut juga tebang pilih karena apa yang dilakukan sang bandar inisial LS alias C adalah murni kejahatan memanfaatkan kondisi dengan tipu daya untuk keuntungan diri sendiri dan dana titipan berupa uang dari anggota tidak bisa dipertanggungjawabkan kepada penerima uang arisan pada saat akan diambil.

Togar Situmorang berharap agar masyarakat wajib hati-hati atas perilaku oknum seperti itu yang memanfaatkan keadaan dengan ikut arisan.

“Kami sangat mencintai Polri makanya diharapkan semua polisi di Indonesia harus jujur mendukung program hebat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yakni Prediktif, Responsibilitas dan Transparan Berkeadilan (Presisi),” tutup Togar Situmorang. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *