Tumbuh 18 Ribu Investor, Bali Ladang Subur Investasi Pasar Modal

Tumbuh 18 Ribu Investor, Bali Ladang Subur Investasi Pasar Modal

Foto: Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bali, I Gusti Agus Andiyasa.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bali I Gusti Agus Andiyasa dalam acara Workshop Wartawan “Update Perkembangan Pasar Modal Indonesia”, Kamis (4/7/) di Renon Denpasar, menyatakan perkembangan pasar modal dari tahun ke tahun terus meningkat. Di Indonesia bahkan sudah menyentuh satu juta saham dan kalau digabung dengan produk lain mencapai 1,7 juta investor.

Lalu bagaimana dengan Bali? Andiyasa menjelaskan, di Bali sudah mencapai 18.600 investor. Bahkan bulan Mei ini tumbuh 20 persen. Ia berharap sampai akhir tahun ini akan tumbuh lebih dari 6.000 investor baru di Bali dan bisa melebihi dari tahun lalu sekitar 40 persen.

“Tumbuh tinggi itu karena pemahaman masyarakat yang semakin bagus otomatis mereka sudah memberanikan diri berinvestasi di pasar modal jadi edukasi akan terus kita lakukan,” ujar Andiyasa, saat diwawancarai wartawan usai acara.

Dengan semakin tumbuhnya investor di pasar modal, BEI terus melanjutkan sosialisasi, edukasi dan literasi tentang investasi pasar modal kepada masyarakat utamanya kepada mahasiswa. Saat ini BEI telah mengedukasi sejumlah mahasiswa perguruan tinggi seperti Universitas Udayana, Undiksha, Politeknik Negeri Bali, Universitas Ngurah Rai, Universitas Warmadewa.

“Ada semacam kerjasama tiga pihak yakni BEI, kampus, dan perusahaan sekuritas untuk penyebarluasan informasi semacam tempat mereka praktek bagaimana cara membeli saham bagaimana bertransaksi makanya kita ajak sekuritas agar juga mahasiswa bisa belajar cara menganalisa saham yang baik” jelasnya.

Andiyasa juga mengungkapkan, antusias mahasiswa untuk belajar berinvestasi di pasar modal, sangat tinggi. Begitu juga permintaan sosialisasi dari pihak kampus kepada BEI, juga cukup tinggi. Karena itu, Bursa Efek Indonesia intens melakukan sosialisasi agar mahasiswa bisa belajar investasi sejak dini dan mengenal pasar modal.

“Salah satu alternatif investasi yang bisa dilakukan mahasiswa adalah pasar modal karena dengan seratus ribu saja sudah bisa, jadi tak perlu kumpulkan uang banyak untuk melakukan investasi,” jelasnya.

Tidak sedikit keuntungan berinvestasi di saham. Andiyasa menjelaskan, selain mendapat capital gain (harga saham naik), deviden (pembagian keuntungan), investor juga bisa ikut RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Setiap investasi yang dilakukan, pasti ada resikonya. “Karena itu kita harus cerdas memilih tempat berinvestasi, makanya itu edukasi gencar kita lakukan agar semua tahu,” sebutnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *