Usung Konsep ‘Peken Senggol’, BPD HIPMI Bali Gelar “HIPMI Festival 2019 Senggol Sulawesi”

Usung Konsep ‘Peken Senggol’, BPD HIPMI Bali Gelar “HIPMI Festival 2019 Senggol Sulawesi”

Foto (ki-ka): Humas Pemkot Denpasar Dharmayukti Ngurah, Ketua Panitia Agus Pande Widura, Penanggungjawab Acara I Gusti Nyoman Darmaputra, dan Koordinator Acara Ari Setiya Wibawa, saat memberi keterangan pers tentang event HIPMI Festival 2019 Senggol Sulawesi, Sabtu (12/10/2019), di RM Bendega, Denpasar.

Setelah sukses dengan penyelenggaraan acara HIPMI Festival pada tahun-tahun sebelumnya, kini Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIMPI) Provinsi Bali, kembali akan menyelenggarakan sebuah event yang bertajuk, “HIPMI Festival 2019 Senggol Sulawesi”. Event yang terbilang ‘seng main-main’ ini akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 November 2019 di sepanjang Jalan Sulawesi, Denpasar.

Ketua Umum BPD HIPMI Bali Dr. dr I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK., FINSDV., FAADV., didampingi Bendahara Umum BPD HIPMI Bali yang juga Ketua Panitia Agus Pande Widura, Koordinator Acara HIPMI Festival Ari Setiya Wibawa, dan Humas Pemkot Denpasar Dharmayukti Ngurah, dalam keterangan persnya kepada awak media, Sabtu (12/10/2019), di RM Bendega, Denpasar, menjelaskan event kali ini mengambil konsep senggol karena ingin mengangkat sekaligus mengingatkan kembali ingatan masyarakat bahwa Jalan Sulawesi juga merupakan kawasan heritage yang memiliki nilai sejarah khususnya di Kota Denpasar, selain kawasan Jalan Gajah Mada.

“Jalan Sulawesi dulunya adalah pasar senggol. Sengaja kami pilih Jalan Sulawesi sebagai main area festival karena kami ingin mengingatkan masyarakat khususnya anak muda generasi sekarang bahwa disitu pernah ada pasar tradisional,” jelas Darmaputra.

Ia juga menerangkan, sejarah Jalan Sulawesi pada jaman dulu merupakan area pasar senggol, diperkuat dengan cerita-cerita dari para tetua di Kota Denpasar serta ahli-ahli.

“Kami harapkan generasi muda dan pengusaha muda mengetahui bahwa Jalan Sulawesi dulunya adalah pasar tradisional yang dimana sekarang terkenal sebagai pusat perdagangan tekstil,” imbuhnya.

HIPMI Festival 2019 Senggol Sulawesi akan diisi beragam acara yang menarik. Antara lain food and art expo dalam konsep pasar senggol, night fun run, hiburan, kontes foto, artis ngamen, traditional performance, street photography competition, dan scale up pedagang Pasar Badung.

“Night fun run akan digelar 9 November malam menempuh rute sejauh 5 km melewati zona-zona heritage, dan rencananya akan dihadiri artis Melanie Putri,” ucap Agus Pande Widura.

Food and art expo dikemas sedemikianrupa melibatkan multi etnis di Kota Denpasar seperti etnis Bali, etnis Arab, etnis Tionghoa, dan etnis India.

“Selain stand makanan, juga akan dihibur penampilan seniman-seniman dari beragam etnis tersebut,” imbuhnya.

Koordinator Acara HIPMI Festival Ari Setiya Wibawa mengatakan, sejumlah acara tersebut diharapkan menjadi pemicu kembalinya kejayaan Jalan Sulawesi sekaligus mendongkrak Pasar Badung Kota Denpasar.

BPD HIPMI Bali juga berkomitmen acara “Senggol Sulawesi” ini sebagai acara awal yang akan diteruskan di kabupaten lainnya di Bali dengan menggandeng pemerintah kabupaten setempat dan Badan Pengurus Cabang HIPMI kabupaten.

“Sebagai bentuk kepedulian kepada para pedagang pasar, BPD HIPMI Bali akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan, kesehatan, tata rias, dan lainnya,” ungkap Ari Setiya Wibawa. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *