Wagub Cok Ace Saksikan Penganugerahan Ksatria Padma Nusantara di Atas Kapal Perang

Wagub Cok Ace Saksikan Penganugerahan Ksatria Padma Nusantara di Atas Kapal Perang

Penganugerahan Ksatria Padma Nusantara kepada Laksamana TNI Yudo Margono di atas KRI Surabaya. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengikuti pelayaran KRI Surabaya-591 yang bertolak dari Dermaga Timur Pelabuhan Benoa menuju Selat Lombok, Kamis (12/5/2022).

Dalam pelayaran tersebut, Wagub Cok Ace turut menyaksikan penganugerahan Ksatria Padma Nusantara dianugerahkan Puri Ageng Blahbatuh Gianyar kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Yang menarik, dalam pelayaran tersebut, KRI Surabaya-591 dikawal tiga KRI dari Komando Armada II Surabaya yaitu KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Frans Kaisiepo-368.

Wagub Cok Ace menyambut baik penganugerahan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Menurutnya, pemberian penghargaan merupakan wujud apresiasi terhadap kerja keras jajaran TNI AL dalam menjaga wilayah laut Indonesia.

Sementara itu, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan perasaannya yang campur aduk karena terpilih sebagai penerima penghargaan istimewa ini. Ia mengaku bersyukur, haru, bangga dan terhormat mendapatkan gelar Ksatria Padma Nusantara dari Puri Ageng Blahbatuh. Sebab, penghargaan tersebut tidak hanya diberikan oleh kerajaan tertua dan terbesar di Bali, tetapi oleh trah Kerajaan Majapahit.

Menurut KSAL, Majapahit tercatat sebagai salah satu kerajaan maritim yang puncak kejayaannya sulit ditandingi oleh kerajaan lain di nusantara maupun di dunia.

“Kita tahu bahwa panglingsir Puri Ageng Blahbatuh ini adalah Anak Agung Ngurah Kakarsana dari trah Jelantik. Leluhur beliau adalah sosok panglima perang dari dinasti Shri Kesari Warmadewa,” ujarnya.

Yudo Margono memilih untuk menggelar acara penganugerahan penghargaan di atas kapal perang saat tengah berlayar di tengah laut. Ia beralasan, penghargaan ini diberikan atas dasar keberhasilan menyatukan wilayah laut Indonesia. Yudo Margono berpendapat, laut bukanlah pemisah, tetapi justru sebagai penyatu pulau-pulau di Indonesia.

“Jadi laut Indonesia ini bukan sebagai pemisah, tapi sebagai pemersatu, sehingga alangkah pasnya kalau kita laksanakan penyematan Ksatria Padma Nusantara di atas kapal perang,” ungkapnya.

Ia bertekad menjadikan penghargaan ini sebagai penyemangat untuk terus menjaga wilayah perairan Indonesia.

“Jadi saya mengucap terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada saya, memberikan amanat kepada saya untuk memimpin angkatan laut ini khususnya, sehingga dengan support yang ada, tentunya kami siap melaksanakan tugas dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Ngurah Kakarsana, mengatakan pemberian penghargaan Ksatria Padma Nusantara kepada KSAL karena pihaknya yakin Yudo Margono memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menyatukan pulau-pulau di Nusantara seperti Mahapatih Gajah Mada.

Penganugerahan penghargaan ditandai dengan penyematan pin emas oleh Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Ngurah Kakarsana disaksikan Ida Pedanda Putra Kekeran, Panglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semarapura dan Wagub Cok Ace. Rangkaian acara juga diisi dengan tabur bunga dan penyerahan bantuan sembako kepada nelayan di Pelabuhan Benoa. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *