Wawali Jaya Negara “Ngajum Sangge” Karya Mamukur Massal di Banjar Bun

Wawali Jaya Negara “Ngajum Sangge” Karya Mamukur Massal di Banjar Bun

Foto: Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, saat menghadiri Karya Mamukur dan Metatah Massal yang digelar Banjar Bun, Denpasar.

Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara ikut melaksanakan Ngajum Sangge bersama Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dalam rangkaian Karya Mamukur dan Metatah massal yang digelar Banjar Bun, Desa Pakraman Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (2/7).

Disela acara, Wawali Jaya Negara menyampaikan Ngajum Sangge ini dilakukan setelah daun beringin tiba di tempat upacara, maka untuk masing-masing perwujudan roh, dipilih 108 lembar daun yang dirangkai sedemikian rupa, dan disebut Sekah. Jumlah Sekah sebanyak roh yang akan diupacarakan, disamping jumlah tersebut, dibuat juga untuk Lingga atau Sangge. Setelah Sekah dihiasi seperti tubuh manusia dengan busana selengkapnya (berwarna putih), dilakukan upacara Ngajum, yaitu menstanakan roh pada Sekah tersebut, sekaligus ditempatkan di panggung upacara yang disebut Payajnyan (tempat upacara yang khusus terbuat dari batang pinang yang sudah dihaluskan).

Ketua Panitia Karya, I Wayan Suryawan menerangkan, Mamukur Massal (Pitra Yadnya) ini merupakan upacara kali ketiga yang diadakan Banjar Bun. Tujuannya untuk pengabdian dan bakti yang tulus ikhlas, mengangkat serta menyempurnakan kedudukan arwah leluhur di alam sunya. Memperhatikan kepentingan orang tua dengan jalan mewujudkan rasa bakti, memberikan sesuatu yang baik dan layak, menghormati serta merawat hidup di hari tuanya juga termasuk pelaksanaan yadnya. Hal tersebut dilaksanakan atas kesadaran sebagai keturunannya ia telah berhutang kepada orangtuanya (leluhur).

Lebih lanjut dijelaskan, upacara pada Anggara Pon Warigadean ini adalah ngajum sangge, dimana ngajum sangge ini merupakan pembuatan simbol Panca Tan Matra yang disebut juga Puspa Lingga. Dengan pengertian memuji sang pitara dengan cara menghias serta mempercantik benda yang dilambangkan sebagai sang pitara itu.

Rentetan upacara hari ini merupakan Karya Mamukur Lan Metatah Massal yang diikuti 21 sawa. Dimana rentetan upacara sudah dimulai sejak 12 Juni yang lalu dengan Nyukat Genah dan acara Nyegara Gunung akan dilaksanakan 6 juli 2019 mendatang.

Wayan Suryawan juga mengucapkan kebahagiaannya dan kebanggaannya terhadap Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang sudah berkenan hadir untuk menyaksikan upacara mamukur massal ini dan pada sebelumnya juga hadir saat upacara metatah massal dan telah memberikan perhatian serta bantuan kepada warga Banjar Bun, Desa Pakraman Denpasar, Kelurahan Dangin Puri. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *