Kadin Bali Desak Actionable Program, Menparekraf Sandi Uno Langsung Gercep Kontak Kepala BKPM

Kadin Bali Desak Actionable Program, Menparekraf Sandi Uno Langsung Gercep Kontak Kepala BKPM

Foto: Menparekraf Sandi Uno (kiri) dan Ketua Kadin Bali Made Ariandi saat makan malam di Desa Wisata Taro, Gianyar Jumat (29/1/2021) malam kemarin.

Penabali.com – Gercep, geber, gaspol yang menjadi slogan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahudin Uno (Sandi Uno) terlihat jelas pada pertemuan singkat bersama Kadin Bali di Desa Wisata Taro, Gianyar Jumat (29/1/2021) malam kemarin.

Acara diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal Kadin Bali ketika sowan ke tempat menginap Menparekraf Sandi Uno di Hotel Inna Kuta sesuai instruksi Ketum Kadin Pusat, Rosan.

Kadin Bali akhirnya diundang bertemu Sandi Uno sekaligus makan malam di Desa Wisata Taro Gianyar. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Kadin Bali Made Ariandi didampingi Wakil Ketua Bidang Pariwisata Agus Maha Usadha dan Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA., (Divisi Akomodasi). Turut pula hadir Kadisparda Provinsi Bali Putu Astawa, Kadisparda Gianyar, Camat Tegallalang, Kades Taro, Ketua Pokdarwis Desa Taro serta undangan lainnya.

Dalam pertemuan yang santai tersebut Sandi Uno ingin mendapat masukan dari Kadin Bali terkait program pemulihan ekonomi daerah khususnya bidang pariwisata yang menjadi lokomotif perekonomian di Bali.

“Kami di Bali berharap Pemerintah Pusat melalui Kemenparekraf dapat segera menetapkan actionable program berdasar diskusi dan rapat-rapat yang telah berjalan sejak tahun lalu. Pemulihan ini tidak bisa sekaligus, kami sadari memang harus bertahap maka kami harap program jangka pendek yang actionable ini harus segera diluncurkan. Contohnya alternatif stimulus bagi Bali dari kalangan investasi seperti apa, karena Bali butuh bantuan dana yang besar. Jika bisa pemerintah bisa mendorong para investor agar membantu pendanaan selain dari pemerintah sendiri,” tutur Ariandi.

Menanggapi hal tersebut, Sandi Uno langsung mengontak Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

“Atas permintaan kanda-kanda saya di Kadin Bali, kita langsung telpon saudara saya Pak Bahlil sekarang. Ini harus cepat dan saya akan ajak beliau datang ke Bali dalam kunjungan berkantor di sini bulan depan. Tentunya bersama para investor juga agar ini bisa cepat realisasinya, seperti apa yang kita mau dan bagaimana mekanismenya,” kata Sandi Uno.

Pada kesempatan itu, Ramia Adnyana melaporkan bahwa pariwisata Bali yang mati suri sejak Maret 2020 lalu ini berharap pemerintah agar memastikan langkah-langkah konkrit yang berdampak secepatnya.

“Pengetatan pengunjung ke Bali sudah, audit CHSE sudah ribuan tempat usaha, akhirnya PPKM, ini khan berpengaruh terhadap upaya kami dalam membangun trust pada wisatawan. Kami dari KADIN Bali sangat mendukung dan setuju dengan konsep Pemprov Bali dengan Masyarakat Produktif Aman Covid (MPAC), Pemerintah Pusat harus mendukung hal tersebut juga dengan menyerap dan mempermudah akses-akses yang dibutuhkan Bali, agar kami tetap bisa survive dan bertahan ditengah badai Covid-19 yang maha dahsyat. Karena di pariwisata saja kami di Bali ada hampir 75 ribu tenaga kerja yang telah dirumahkan dan bahkan tanpa gaji sesuai data September 2020 lalu,“ ungkap Ramia yang juga Ketua DPD MASATA Bali dan Waketum DPP IHGMA.

Dari sisi investasi ditambahkan pula oleh Agus Maha Usada yang juga menjabat Ketua NCPI Bali. Bahwa Kadin Bali telah merancang beberapa pola investasi sebagai injeksi pemulihan ekonomi daerah.

“Jadi semua harus sesuai data, alokasi yang jelas dan transparan. Kami yakin dengan kajian yang tepat dan matang melibatkan pelaku usaha di daerah program re-injection fund berupa pola investasi yang berkelanjutan dan strategis akan mampu mengakselerasi recovery program ini,” katanya.

Made Ariandi pun menambahkan bahwa program vaksin mandiri atau vaksin gotong royong yang mesti mendapat prioritas untuk membangun kepercayaan pasar baik domestik maupun internasional sesuai arahan Ketum Kadin Pusat. Sementara teknis pelaksanaan vaksin gotong royong dan vaksin mandiri masih digodok.

Melalui dana recovery sektor pariwisata yang diarahkan ke vaksin dengan target 1,2 juta pekerja di sektor pariwisata akan mampu menumbuhkan dan membangkitkan kepercayaan publik terhadap Bali. Dan hal ini seiring dengan konsep FCC (Free Covid Corridor) yang diprogramkan Menparekraf Sandi Uno.

“Hasil diskusi dengan Kemenparekraf dengan Kadin Bali ini akan dilaporkan kepada Gubernur Bali sebagai pemangku kebijakan di Provinsi Bali,” sebut Ariandi. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *