“Melindungi dari Kepunahan”, Yayasan Begawan Lepasliarkan Sepasang Burung Jalak Bali

“Melindungi dari Kepunahan”, Yayasan Begawan Lepasliarkan Sepasang Burung Jalak Bali

Foto: Pelepasliaran sepasang burung Jalak Bali ke alam di Desa Melinggih Kelod, Gianyar, Senin (05/04/2021).

Penabali.com – Yayasan Begawan telah melindungi burung Jalak Bali dan habitatnya selama lebih dari 20 tahun. Pada Senin (5/04/2021), yayasan yang berbasis di Bali dan bekerja di bidang konservasi dan pendidikan itu, melepas sepasang Jalak Bali dari rumah I Wayan Murdana, di Desa Melinggih Kelod, Gianyar.

Yayasan Begawan telah bekerja sama dengan asosiasi peternak lokal di Melinggih Kelod, Madhusuara Breeders Association, untuk pelepasliaran berbasis komunitas ini.

Jalak Bali yang terancam punah adalah termasuk burung terlangka kedua di dunia. Pada tahun 2017, Yayasan Begawan menyadari bahwa program konservasi tidak akan berjalan tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat setempat. Yayasan ini kemudian memulai program konservasi berbasis masyarakat, bekerja sama dengan peternak lokal di Desa Melinggih Kelod.

Untuk menciptakan situasi ‘win-win’ antara konservasi dan pengembangan masyarakat, manfaat bagi masyarakat harus jelas. Tujuan dari program ini adalah agar keturunan Jalak Bali dapat dilepas ke alam liar dalam dua tahun dan tahun-tahun berikutnya.

Dengan pengawasan yang serius dan penegakan hukum setempat, diharapkan keturunan ini akan berkembang biak di alam liar, menciptakan kawanan Jalak Bali liar yang dilindungi oleh masyarakat, dan selanjutnya dibuat program ekowisata di Desa Melinggih Kelod agar dapat memberikan penghasilan bagi masyarakat.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk membudidayakan Jalak Bali dan melepasnya dengan aman ke alam liar di Desa Melinggih Kelod,” kata Ketua Madhusuara Breeders Association, I Wayan Junaskhara Susana.

Junaskhara menambahkan, tidak hanya untuk menambah populasinya, Yayasan Begawan dan masyarakat lokal di Desa Melinggih Kelod bergandengan tangan dalam upaya konservasi dan melakukan berbagai upaya yang diperlukan untuk melindungi burung Jalak Bali.

Program konservasi Yayasan Begawan melibatkan masyarakat dalam penangkaran burung berkelanjutan, mengurangi kebutuhan untuk mengambil burung dari alam liar. Konservasi berbasis masyarakat seringkali menantang dan membutuhkan komitmen yang kuat serta perencanaan yang tepat agar berhasil.

Yayasan Begawan telah berinisiatif dan berkomitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Desa Melinggih Kelod untuk melestarikan Jalak Bali baik di penangkaran maupun di alam liar.

Junaskhara menjelaskan, kerja sama dengan peternak lokal diawali dengan program orang tua asuh, dimana peternak lokal masing-masing mendapatkan sepasang Jalak Bali dari Yayasan Begawan. Sebelum orang tua asuh menerima sepasang burung Jalak Bali, staf melakukan pelatihan untuk para peternak yang telah berkomitmen ini di Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Yayasan Begawan di Desa Melinggih Kelod.

Penempatan kandang pun telah dilakukan dengan pengawasan yayasan untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan guna memastikan lingkungan perkembangbiakan yang sehat.

Saat ini, terdapat lima peternak lokal dengan lima pasang Jalak Bali. Peternak telah berhasil mengembangbiakkan dan menghasilkan 18 burung Jalak Bali sejak tahun 2019, dengan hanya tiga anak burung Jalak Bali yang mati secara alami.

Bersama-sama Yayasan Begawan dan peternak lokal telah mengupayakan cara terbaik untuk melepaskan Jalak Bali dengan aman. Pengamatan dan pemantauan pasangan pertama yang dilepasliarkan hari ini akan dilakukan untuk memastikan burung Jalak Bali aman di alam liar.

“Jalak Bali adalah maskot satwa kami di Bali,” kata drh. I Made Sugiarta selaku dokter hewan di Yayasan Begawan.

Ia pun mengingatkan masyarakat akan pentingnya konservasi ini.

“Langkah konservasi dan pelepasan kita adalah observasi dan sosialisasi. Hal ini perlu diketahui masyarakat sekitar, karena konservasi ini tidak bisa hanya dilakukan oleh kami. Mudah-mudahan suatu saat nanti, bila ada yang mengucapkan Jalak Bali, masyarakat akan teringat Melinggih Kelod, dan meningkatkan kemungkinan adanya ekowisata yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Pelepasliaran Jalak Bali berbasis masyarakat ini didukung penuh oleh Pemerintah Desa Melinggih Kelod. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *