Radio Coffee Time, Murah Tapi Tak Murahan

Radio Coffee Time, Murah Tapi Tak Murahan

Foto: Radio Coffee Time yang berlokasi di Jln. Ir. Sutami, Kemenuh, Gianyar.

Radio Coffee Time. Sepintas orang akan berpikir bahwa nama itu adalah sebuah nama radio. Namun sejatinya, Radio Coffee Time merupakan sebuah tempat nongkrong, yang didalamnya menawarkan beragam makanan dan minuman. Berlokasi di Jalan Ir. Sutami No. 2 Kemenuh, Gianyar, Radio Coffee Time menyuguhkan aneka macam hidangan ditawarkan.

“Harganya terjangkau, murah tapi tidak murahan,” kata owner IB Saptala Marta, disela grand launching Radio Coffee Time, Sabtu (8/6).

Datang, duduk, pesan makanan dan minuman, lanjut nikmati suasana nyaman di Radio Coffee Time. Ada beberapa menu lezat dan sesuai dengan isi kantong. Diantaranya Light Bites seperti lumpia sayur dengan saus Thai (Veggie Spring Rolls), lalu ada tortilla dengan tumis ayam dan saus keju (Chicken and Cheese Rolls), Roti Geprek seperti chicken and cheese, ham and cheese dan pork bacon and cheese. Ada juga Main Dish antara lain chicken and chips, chicken katsu dan chicken cordin bleu. Untuk minuman juga tersedia bermacam jenis. Radio Shake antara lain vanilla shake, oreo milkshake, avocado coffee milkshake, dan taro milkshake. Ada juga aneka minuman jus, squas, iced coffee, soft drink dan teh kocok Thailand.

“Bagi pelanggan yang ingin santai menikmati alunan musik sambil ngopi kami juga sediakan aneka jenis coffee mulai dari espresso, Bali coffee, illusion coffee, affogato vanilla, dan strong piccolo,” beber pria yang juga seorang drummer ini.

Foto: Owner Radio Coffee Time, IB Saptala Marta.

Menikmati suasana warung sambil menikmati alunan musik, memang yang dicari kawula muda saat ini. Sembari bercengkrama bersama teman dan bahkan pacar, menikmati makanan dan minuman di Radio Coffee Time adalah solusi tepat untuk mengisi waktu luang. Apalagi ada fasilitas alat musik yang bisa dipakai dengan gratis bagi pelanggan yang ingin mencoba langsung bermain musik dan bernyanyi. Bahkan setiap hari Rabu dan Sabtu, ada live akustik perform dari jam 7 sampai 10 malam.

“Radio Coffee Time juga terbuka bagi semua kalangan. Target market kami selain anak muda juga keluarga, pemerintahan, corporate, turis dan agent travel karena lokasi disini merupakan jalur kawasan pariwisata,” tuturnya.

Lalu mengapa owner IB Saptala Marta mengambil nama radio pada bisnisnya ini. Ia menerangkan, awal mendirikan warung ini Ia rintis bersama beberapa teman yang memang sudah berpengalaman di bidang restoran dan bar. Kenapa memakai nama radio, pria asli Gianyar ini menjelaskan agar gampang diingat dan familiar.

“Tapi lebih dari itu, filosofi radio itu karena saya anggap beragam informasi ada disitu. Maka dengan menyetel radio aneka informasi bisa kita peroleh. Sama halnya dengan Radio Coffee Time ini, pelanggan bisa mendapat segala fasilitas dan tentunya dengan harga yang bersahabat,” jelasnya.

Sesuai namanya, begitu memasuki areal dalam, tampilan poster aneka macam radio di jaman lampau terpampang di dinding warung, dikombinasikan dengan tatanan ruangan yang modern.

Foto: Salah satu menu favorit di Radio Coffee Time.

“Saya berencana juga akan memajang beberapa radio dari jaman dulu agar pararel dengan nama tempat ini. Saya sudah pesan dari Jawa,” ungkapnya.

Areal Radio Coffee Time terbilang cukup luas termasuk areal parkir. Ada dua bagian disini yakni indoor dan outdoor. Didalam ruangan ber-AC, dan outdoor bisa menikmati suasana tempat yang asri. Radio Coffee Time juga bisa menerima pelanggan yang ingin mengadakan rapat, arisan, dan bahkan pesta ulang tahun.

“Kapasitasnya seratus orang. Kami juga ada layanan delivery service,” katanya singkat.

Acara grand launching Radio Coffee Time berlangsung sangat meriah. Beberapa band lokal tampil memukau ratusan pelanggan yang hadir. Diantaranya penampilan live akustik Black Bird, Bocah Tua Nakal P. Restu and Friends, Loder Band, Brainless Band, 703 Band, Night Tone Band, Paprica Rasta Band, Yamusta Drupadi Band, serta Bali Metal Band. Di penghujung acara, tampil memukau grup band rock legendaris lokal Bali yakni Old Taro sekaligus merayakan hutnya yang ke-40. Dalam acara itu juga diselingi game menarik lomba minum bir dan pengundian doorprice. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *