Perkuat Kearifan Lokal, Paslon Dana-Dipa Komit Jalankan Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Karangasem Era Baru

Perkuat Kearifan Lokal, Paslon Dana-Dipa Komit Jalankan Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Karangasem Era Baru

Foto: Pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Karangasem nomor urut 1, Gede Dana dan Wayan Artha Dipa.

Dalam rangka melaksanakan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Karangasem untuk mewujudkan Karangasem Era Baru, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karangasem nomor urut 1, Gede Dana dan Wayan Artha Dipa (DANA-DIPA) berkomitmen penuh dengan melaksanakan program prioritas di bidang adat, agama, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal.

Kabupaten Karangasem merupakan wilayah yang sangat sakral dan tenget, karena terdapat pura kahyangan jagat yaitu Pura Agung Besakih, Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Pura Lempuyang, Pura Andakasa, dan Pura Silayukti.

Kabupaten paling timur Pulau Bali ini juga memiliki kekayaan dan keunikan adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal yang merupakan warisan adiluhung sejak berabad-abad yang masih hidup ditengah-tengah masyarakat dan digeluti oleh para pelaku seni dan budaya. Seperti: Tari Sang Hyang Jaran, Gebug Ende (Seraya), Geret Pandan, Genjek, dan Magibung.

Selain itu Kabupaten Karangasem juga mewarisi tenun tradisional yang khas seperti Tenun Geringsing di Desa Tenganan, Tenun Endek dan Songket di Desa Sidemen, dan Tenun Endek Pewarna Alam di Desa Seraya.

Dalam bidang sastra, Kabupaten Karangasem memiliki tradisi bersastra yang sangat unik, seperti penulisan lontar prasi yang bergambar dan sastra yantra yang bersifat kerohanian.

Paslon Dana-Dipa sangat bangga dan bersyukur alam Kabupaten Karangasem penuh dengan warisan yang kaya dan unik serta masih bertahan sampai saat ini.

“Semua warisan ini harus dilindungi oleh pemerintah daerah bersama masyarakat agar eksistensinya tetap terjaga, dicintai oleh masyarakat khususnya generasi milenial, dan diberdayakan untuk membangun kehidupan masyarakat yang berkarakter dengan memiliki sradha dan bhakti, serta berbudaya,” jelas Cabup Gede Dana di Sekretariat Pemenangan Dana-Dipa, Rabu (02/12/2020).

Karena itu, Dana-Dipa berkomitmen sungguh-sungguh dengan program prioritas yang merupakan penguatan dan pemajuan adat, agama, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal yang meliputi kelembagaan, sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan pranata budaya.

Program ini sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pelindungan Pura, Pratima, dan Simbol-Simbol Keagamaan, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT).

Sejalan dengan komitmen tersebut, Cabup Gede Dana mendukung penuh rencana besar Gubernur Bali Wayan Koster yang melaksanakan pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih dengan anggaran sebesar Rp.950 Milyar mulai tahun 2020 sampai selesai tahun 2022.

“Kami Paslon Dana-Dipa akan memfasilitasi bersama-sama masyarakat Kabupaten Karangasem agar program yang sangat fundamental dan monumental tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Karena program ini akan memberi manfaat sangat besar bagi masyarakat Bali dan Karangasem khususnya, bahkan akan menjadi warisan bersejarah bagi generasi muda di masa yang akan datang,” sebutnya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *