Hidupkan Lagi Budidaya Rumput Laut, Made Satria: Segera Tata Daerah Pesisi Nusa Penida

Hidupkan Lagi Budidaya Rumput Laut, Made Satria: Segera Tata Daerah Pesisi Nusa Penida

Tokoh masyarakat Nusa Penida, I Made Satria, yang juga caleg DPRD Klungkung dari PDI Perjuangan dapil Nusa Penida nomor urut 1.

Kecamatan Nusa Penida dalam beberapa tahun lalu, memang dikenal sebagai penghasil rumput laut nomor wahid dengan kualitas yang bagus. Namun seiring tumbuhnya sektor pariwisata, rumput laut perlahan namun pasti mulai tergeser dan tergantikan oleh aktivitas pariwisata yang lebih menjanjikan. Petani rumput laut pun  nyaris tidak ada. Kalau pun ada, hanya segilintir orang yang menekuninya. Tak sedikit pula petani rumput laut yang beralih profesi ke sektor pariwisata.

Menurut tokoh masyarakat Nusa Penida I Made Satria S.H., yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan, harus ada aksi nyata dari Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menyelamatkan salah satu “aset” Nusa Penida ini. Atau jika tak memungkinkan “dihidupkan” lagi maka Made Satria menyarankan Pemkab segera menata daerah pesisir.

“Kalau memang rumput laut sudah tidak bisa dibudidayakan lagi khususnya di wilayah pesisir dari Desa Batununggul ke Barat sampai Desa Toya Pakeh, maka Pamkab Klungkung mesti mulai segera menata wilayah pesisir ini dengan sebaik-baiknya,” kata Made Satria, di Klungkung, Selasa (29/1/2019).

Satria mengatakan, dengan penataan kawasan pesisir Nusa Penida diharapkan tidak ada lagi pemandangan semrawut , kotor, dan amburadul. Sebab wilayah Nusa Penida yang ada pasir putihnya itu ada di pesisir pantai utara. “Jadi kami dukung jika kawasan pesisir ini ditata untuk kegiatan wisata bahari dimana ada atraksi wisata atau water sport,” katanya.

Yang perlu diperhatikan, adalah kawasan suci. Penataan pesisir menurutnha, jangan sampai menggangu kawasan-kawasan suci yang ada. “Jadi kawasan suci harus tetap steril dari investasi pariwisata, tetap terpelihara kesucian dan kesakralannya sehingga taksunya tetap terjaga,” tegasnya.

Penataan wilayah pesisir Nusa Penida, selain diperuntukkan untuk mendukung kepariwisataan, juga dapat menjaga eksistensi budidaya rumput laut khususnya yang berada di wilayah pesisir bagian timur seperti di Desa Suana. “Ditempat ini budidaya rumput lautnya masih terpelihara cukup bagus pertumbuhanny sehingga harus ada kebijakan untuk mempertahankan”, ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, menegaskan hasil kajian Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung membuktikan bahwa rumput laut di Nusa Penida masih hidup normal dan layak untuk dibudidayakan, perairan Nusa Penida selama kajian juga berada dalam kondisi tidak cemar. Penurunan produksi rumput laut disebabkan karena masyarakat cenderung beralih kerja ke bidang kepariwisata yang belakangan ini berkembang pesat di Nusa Penida.

Bupati Suwirta sudah menugaskan perbekel bersama dinas untuk mendata berapa kelompok masyarakat yang serius kembali ke budidaya rumput laut. Kalau tidak ada yang mau, maka areal tersebut digunakan atraksi wisata/water sport. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *