I Made Satria: Saya Kagum atas Semangat Kebersamaan Krama Wujudkan Pembangunan Spiritual

I Made Satria: Saya Kagum atas Semangat Kebersamaan Krama Wujudkan Pembangunan Spiritual

Foto: Krama adat Banjar Sental Kangin, Desa Pekraman Ped, Nusa Penida, semangat dan kompak menggelar karya yadnya Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Pura Dalem dan Pura Prajepati

Rasa gotong royong, semangat, kompak, dan solid dari krama adat Banjar Sental Kangin, Desa Pekraman Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dalam melaksanakan yadnya agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Madasar Caru Walik Sumpah Madya, di Pura Dalem dan Pura Prajepati pada Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (9/7), diapresiasi positif dari salah seorang tokoh masyarakat setempat, I Made Satria. Ia kagum dengan kebersamaan warga dengan bergotong royong melaksanakan pembangunan khususnya pembangunan spiritual untuk mewujudkan Pura Dalem dan Pura Prajepati.

“Gotong royong ini telah menunjukkan kebersamaan warga masyarakat tetap terjaga dengan baik,” ujar I Made Satria, disela upacara.

Dikatakan juga, pembangunan sumber daya manusia penting dilakukan, namun pembangunan spiritual juga harus dijalankan sebagai sujud bakti umat manusia kepada Sang Maha Pencipta Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pembangunan yang seimbang sekala dan niskala akan menciptakan keharmonisan umat manusia didalam menjalankan kehidupannya.

“Kita berharap warga bisa melaksanakan aktivitas agamanya dengan lebih khusyuk dan nyaman,” ucap pria yang juga caleg terpilih DPRD Klungkung periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan.

Foto: Tokoh masyarakat Sental Kangin, I Made Satria (paling kiri) saat menghadiri karya yadnya di Pura Dalem dan Pura Prajepati.

Rangkaian yadnya agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Madasar Caru Walik Sumpah Madya di Pura Dalem dan Pura Prajepati, telah dimulai sejak 12 Juni lalu. Digelarnya karya yadnya agung ini, karena seluruh pembangunan fisik tempat suci rampung dibangun, baik penyengker, candi bentar, hingga sejumlah palinggihnya.

Pura Dalem ini berdiri diatas lahan seluas 20 are. Seluruh pembangunan fisiknya menelan dana Rp1,5 miliar yang berasal dari sumbangsih Ketut Leo beserta keluarga. Selain juga partisipasi krama dalam melaksanakan yadnya agung ini.

“Kami haturkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena krama dengan semangat melaksanakan seluruh rangkaian upacara sehingga berjalan lancar dan sukses. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Ketut Leo beserta keluarga yang telah banyak membantu, tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada krama adat Sental Kangin atas rasa baktinya melaksanakan yadnya suci ini,” kata Manggala Prawartaka Karya, Kadek Pernata.

Puncak karya yadnya di Pura Dalem dan Pura Prajepati dipuput Ida Bhagawan Sari Pura Sogata Samyoga dari Griya Suda Santi Kunjara Kutampi, dan Ida Pandita Dukuh Saka Sentanu Segening dari Padukuhan Segening Batu Mulapan. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *