Sinyal Hp Kerap Terganggu, Made Satria: Perlu Penambahan Tower Komunikasi

Sinyal Hp Kerap Terganggu, Made Satria: Perlu Penambahan Tower Komunikasi

Tokoh masyarakat Nusa Penida yang juga caleg DPRD Klungkung dari PDI Perjuangan dapil Nusa Penida nomor urut 1, I Made Satria, SH. (paling kanan)

Kecamatan Nusa Penida tak hanya dihadapkan kepada masalah kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan jalan. Namun juga persoalan sinyal telekomunikasi yang kerap terganggu di beberapa titik desa.

“Masalah ini sudah seringkali dikeluhkan masyarakat kepada saya. Ada beberapa titik yang sinyal teleponnya sangat susah bahkan kadang blank. Saya juga sering mengalaminya”, ujar tokoh masyarakat Nusa Penida, I Made Satria, saat menemui masyarakat dalam simakramanya di Nusa Penida, Minggu (3/3).

Pria yang juga caleg DPRD Klungkung dari PDI Perjuangan dapil Nusa Penida nomor urut 1 ini, mengatakan jaringan telekomunikasi merupakan salah satu kebutuhan yang vital bagi warga Nusa Penida selain tiga infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih dan listrik. Apabila sinyal komunikasi saja terganggu, maka bisa dikatakan warga di Nusa Penida seperti terisolir layaknya berada di daerah terpencil.

“Untuk desa seperti Sekartaji bahkan sinyal hampir nol, blank sama sekali. Pada saat saya simakrama disana, masalah ini seringkali dikeluhkan warga. Kalau jaringan komunikasi lemah, jadinya daerah itu sangat terisolir,” ungkap kakak ipar dari Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati caleg DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan dapil Klungkung nomor urut 3.

Menyikapi aspirasi dan keluhan warga ini, pria yang juga Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Relawan RJ2P (Relawan Jokowi Dua Periode ) Provinsi Bali itu mendorong agar operator telekomunikasi memperbanyak membangun menara telekomunikasi di Nusa Penida khususnya di titik-titik yang sinyalnya seringkali terganggu. Made Satria juga sempat meminta pihak operator telekomunikasi berkoordinasi dengan pemerintah agar menambah tower komunikasi di Nusa Penida.

“Dari penyampaian para operator, kekuatan jaringan dan sinyal telekomunikasi dari tower yang sudah ada di Nusa Penida saat ini masih kurang. Sementara pengunaannya melebihi kapasitas atau kemampuan jaringan. Jadinya seperti macet jaringan telekomunikasinya,” ujar Made Satria yang bersama adiknya Ketut Leo sudah lama membantu pembangunan pura di sejumlah wilayah di Nusa Penida.

Satria mengatakan akan segera mengkomunikasikan permasalahan ini dengan Pemkab Klungkung agar warga Nusa Penida bisa merata terlayani jaringan telekomunikasi.

“Segera akan saya tindak lanjuti untuk menyampaikan ini ke Pemda. Kami akan kawal apapun aspirasi warga Nusa Penida demi mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ungkap pria yang juga seorang pengusaha ini. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *