Waspadai Narkoba Masuk Nusa Penida, Dwi Yustiawati: Ayo Selamatkan Generasi Emas dari Bahaya Narkoba

Waspadai Narkoba Masuk Nusa Penida, Dwi Yustiawati: Ayo Selamatkan Generasi Emas dari Bahaya Narkoba

Tokoh perempuan Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, yang juga caleg DPRD Bali dari PDI Perjuangan nomor urut 3 dapil Kabupaten Klungkung.

Kecamatan Nusa Penida kini sedang menggeliat pembangunannya yang ditunjang dari sektor pariwisata yang tumbuh pesat. Namun dibalik itu, ketika suatu daerah semakin tumbuh berkembang dan maju, maka konsekuensi logisnya akan muncul beragam persoalan sosial kemasyarakatan, kriminalitas dan masalah lingkungan. Salah satu ancaman kriminalitas itu adalah peredaran narkoba.

Kondisi ini mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk tokoh perempuan Bali, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati SE. Bahkan Ia khawatir jika narkoba masuk ke Nusa Penida maka anak muda sebagai generasi emas bangsa akan terancam.

“Tentu miris jika Kecamatan Nusa Penida diindikasikan rawan masuknya narkoba. Ini tugas kita bersama mencegah dan memeranginya,” kata Dwi Yustiawati, saat ditemui di Klungkung, Jumat (1/2/2019).

Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati (baju merah).

Srikandi asal Nusa Penida ini menyadari kemajuan pembangunan di suatu daerah terutama di sektor pariwisata, memberikan imbas positif dan negatif. Namun demikian, bukan berarti dampak negatif dibiarkan terjadi. Ia menegaskan, harus ada langkah preventif untuk mencegah narkoba merajalela sehingga akan mempersempit ruang gerak para bandar dan pengedar narkoba dalam menjerat para calon korbannya.

“Jadi harus ada upaya kita bersama memproteksi warga lokal khususnya juga generasi muda agar jangan kena imbas negatif apalagi menggunakan narkoba,” kata Dwi Yustiawati yang pada Pileg 2019 maju sebagai caleg DPRD Bali dari PDI Perjuangan nomor urut 3 dapil Kabupaten Klungkung.

Semua elemen dan komponen masyarakat di Kabupaten Klungkung dan khususnya lagi di Kecamatan Nusa Penida, harus berkomitmen untuk bersinergi mencegah dan memberantas peredaran narkoba masuk ke pulau yang kerap disebut “telur emasnya Bali” itu. Dwi Yustiawati yang merupakan istri dari seorang pebisnis sukses dan ringan tangan asal Nusa Penida yaitu Ketut Leo ini, mendesak Pemkab Klungkung bersama stakeholders terkait segera mengupayakan langkah-langkah preventif. Hal sederhana yang bisa dilakukan, jelas Dwi Yustiawati, adalah mengintensifkan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan berikut modus penyebarannya. Sosialisasi yang intensif diyakini Dwi Yustiawati akan meminimalisir generasi muda terhindar dari limbah hitam narkoba.

“Generasi emas ini harus bersama kita jaga dan selamatkan dari hal negatif yang rentan mereka masuki seperti narkoba, seks bebas dan HIV/AIDS,” katanya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *