Mohon Keselamatan Jagat dan Kesehatan Krama Bali, Gubernur Koster Sembahyang Hari Saraswati di 8 Pura

Mohon Keselamatan Jagat dan Kesehatan Krama Bali, Gubernur Koster Sembahyang Hari Saraswati di 8 Pura

Foto: Gubernur Koster didampingi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem terpilih, Gede Dana dan Artha Dipa saat sembahyang Hari Saraswati, Sabtu (30/01/2021) di tiga Pura di Kabupaten Bangli, Klungkung, dan Karangasem.

Penabali.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melaksanakan persembahyangan Hari Suci Saraswati, Sabtu (30/1/2021) di 8 Pura di Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Bangli.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Pura pertama yang menjadi tujuan persembahyangan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng itu, dimulai dari Pura Dasar Bhuana Gelgel, Kecamatan Klungkung. Turut mendampingi, Bupati Karangasem terpilih Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, beserta Penyarikan Agung MDA Bali, Ketut Sumarta, dan Rektor UNHI Prof. Dr. I Made Damriyasa, M.S.

Usai sembahyang di Pura Dasar Bhuana Gelgel, Gubernur Koster kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pura Goa Lawah, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Di lokasi ketiga, Gubernur Koster menghaturkan sembah bakti di Pura Luhur Andakasa, Kecamatan Manggis, Karangasem. Pura keempat yang menjadi tujuan persembahyangan selanjutnya adalah Pura Silayukti.

Setelah di Pura Silayukti, rombongan kemudian beranjak menuju Pura yang kelima, tepatnya di Pura Penataran Silawana Hyang Sari Lempuyang yang berlokasi di Banjar Batugunung, Desa Bukit, Karangasem. Persembahyangan yang berlangsung hening ini dipuput Jro Mangku Nyoman Wisma Suardhita.

Dari Pura Penataran Silawana Hyang Sari Lempuyang, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini melanjutkan pperjalananya menuju Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.

Setibanya di parkiran Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Gubernur Koster disambut komunitas bersepeda dari Canggu, Kabupaten Badung, dan mengajak orang nomor satu di Pemprov Bali itu berfoto bersama. Para komunitas sepeda gayung ini mengetahui kehadiran Gubernur Bali, sehingga mereka rela menunggu kehadiran Gubernur Koster.

Usai berfoto dengan komunitas bersepeda dari Canggu, di utama mandala Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir ini setengah giliran hujan Gubernur Koster langsung memfokuskan diri melakukan pemujaan di Pelinggih Meru Tumpang Pitu yang merupakan tempat berstananya Ida Bhatara Lingsir Giri Toh Langkir, dan persembahyangan ini dipimpin Jro Mangku Gede Ketut Sigre.

Masih berkaitan dengan Besakih, Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan ini kemudian menuju lokasi yang ketujuh, di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Sebagai Pura Sad Kahyangan Jagad, dan bertepatan pada Pewatekan Ida Bhatara Lingsir pada Rahina Saraswati, persembahyangan Gubernur Koster bersama rombongan dipuput Jro Mangku Sueca dengan menghaturkan sembah bakti di Pelinggih Meru Tumpang Tiga, yang merupakan stana dari Ida Bhatara Lingsir.

Pura kedelapan yang menjadi tujuan persembahyangan Gubernur Koster di Hari Suci Saraswati ini berakhir di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yakni di Pura Ulun Danu Batur yang merupakan stana dari Bhatara Dewi Danuh atau Betari Ulun Danu dan tempat pemujaan Dewa Wisnu. Dalam persembahyangan tersebut, dipuput Jro Mangku Budarsana.

Dalam persembahyangan tersebut, Gubernur Koster memohon agar jagat dan krama Bali selalu dalam keadaan rahayu, selamat, sehat, nyaman, aman, dan damai dalam situasi masa pandemi Covid-19. Selain itu juga memohon agar selalu mendapat tuntunan dalam melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yakni dengan menata pembangunan secara fundamental dan komprehensif berdasarkan adat, tradisi, seni dan budaya, serta menerapkan nilai nilai kearifan lokal Bali Sad Kerthi, meliputi Atma Kerthi (penyucian jiwa), Danu Kerthi (penyucian sumber air), Wana Kerthi (penyucian tumbuh tumbuhan), Segara Kerthi (penyucian laut), Jana Kerthi (penyucian manusia), dan Jagad Kerthi (penyucian alam semesta). (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *