Perempuan Punya Posisi Strategis Dalam Pembangunan

Perempuan Punya Posisi Strategis Dalam Pembangunan

Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, caleg DPRD Bali dari PDI Perjuangan dapil Kabupaten Klungkung nomor urut 3

Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati: Saatnya Perempuan Bangkit Tunjukkan Eksistensi

Keterlibatan perempuan dalam pembangunan harus terus didorong. Namun suara-suara Kartini muda terkadang masih kalah gaungnya dengan kaum adam. Terhalang karena kodrat perempuan mengurus rumah tangga, terkadang “nyaris” terkukung tak bisa mengenal dunia luar. Tantangan ini harus didobrak karena perempuan juga punya peran yang sangat penting dan strategis untuk ikut memberikan sumbangsih pemikiran, sumbangsih tenaga dalam pembangunan.

Salah satu tokoh perempuan Bali yang gigih memperjuangkan “srikandi-srikandi” muda agar berani tampil aktif dalam pembangunan adalah Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, SE.

Tokoh perempuan Bali, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, SE.

Perempuan dari Nusa Penida yang kini menjadi caleg DPRD Bali dari PDI Perjuangan dapil Kabupaten Klungkung nomor urut 3 itu, menyatakan perempuan punya posisi yang sangat strategis untuk ikut aktif dalam pembangunan. Terlebih di Kabupaten Klungkung, dimana pembangunannya harus melibatkan seluruh komponen masyarakatnya, tak terkecuali perempuan. Makanya peran perempuan harus bisa lebih ditingkatkan di masa mendatang karena potensinya yang sangat besar di berbagai bidang pembangunan.

“Seharusnya upaya pemberdayaan perempuan di Klungkung menjadi prioritas. Perempuan harus diberikan hak yang sama sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih dalam persamaan gender baik di bidang politik, adat, budaya, agama, pendidikan, dan bidang pembangunan lainnya,” ujar Dwi Yustiawati saat ditemui di Klungkung, Jumat (7/12).

Menurut Dwi Yustiawati yang juga aktif di Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali ini,
kontribusi perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Banyak perempuan yang sukses dan mandiri. Dengan bekerja sesuai skill di bidangnya, perempuan bisa mandiri dan ikut serta dalam mendukung perekonomian di keluarganya. Bahkan di bidang ekonomi, perempuan sangat besar potensinya.

“Coba lihat di usaha kuliner dan kerajinan boleh dibilang banyak dilakoni kaum perempuan dan tak sedikit dari mereka sukses dalam bidang usahanya” tegasnya. Namun demikian, Dwi Yustiawati mengingatkan agar perempuan juga tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. Mandiri dalam karir tetapi tidak boleh mengabaikan tugas dan kodrat sebagai seorang wanita atau ibu rumah tangga yang bertanggungjawab terhadap anak-anak dan suami.

Istri dari tokoh masyarakat Nusa Penida Ketut Leo Wijaya ini mengakui, masih banyak kaum perempuan yang belum bisa berkontribusi bagi ekonomi keluarganya karena terbentur modal, mengurus rumah tangga dan ada juga yang masih malu-malu. “Saya yakin ke depan dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang terus meningkat, dan sudah tentu harus pula didukung pemerintah, wakil rakyat dari kaum perempuan maka perannya akan semakin besar,” jelas Dwi Yustiawati.

Terkait kemandirian perempuan dalam menentukan pilihan politiknya, tokoh perempuan asal Nusa Penida ini mengatakan perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Jadi
sudah semestinya perempuan ikut berperan aktif dalam menentukan arah politik, khususnya di wilayahnya masing-masing tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun. Sehingga pembangunan di wilayahnya bisa berjalan seimbang dalam artian peran wanita juga dilibatkan dan
diberdayakan. Tidak boleh ada anggapan kalau perempuan itu lemah dan dianggap tidak mampu.

“Saya kira ini saatnya perempuan bangkit dan menunjukan eksistensinya melalui keterwakilan mereka di dewan atau eksekutif,” tambah tokoh perempuan yang bersama suaminya Ketut Leo dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sejak lama membantu banyak pembangunan khususnya di Kecamatan Nusa Penida.

Memutuskan terjun ke politik mengharuskan Dwi Yustiawati rela meninggalkan bisnis properti yang Ia bangun bersama sang suami Ketut Leo, karena merasa diri terpanggil untuk ikut membangun Nusa Penida dan secara umum Kabupaten Klungkung. Selama ini Ia bersama suami, telah banyak membantu masyarakat yang diambil dari kantong pribadinya. Namun Dwi Yustiawati sadar, dirinya bersama keluarga tidak akan mampu membangun Klungkung hanya dari kantong pribadinya. Untuk itu, Ia rela masuk ke politik dan memilih kendaraan politik PDI Perjuangan karena optimis dari jalur politik dalam baris perempuan, Dwi Yustiawati komitmen dan bertekad akan mengawal aspirasi masyarakat demi kemajuan Kabupaten Klungkung agar bisa setara dengan daerah lain.

Dwi Yustiawati juga mengajak di momen Pileg 2019 nanti, perempuan harus berani memilih caleg yang nantinya bisa memperjuangkan kepentingan mereka.

“Sudah saatnya perempuan memilih sesama kaumnya demi
memperjuangkan dan mengakomodir segala kepentingan kaum perempuan yang harus diperjuangkan di kursi legislatif,” tegasnya. (lmc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *