Polling “Perang Udara” Tempatkan PSR Diposisi Teratas

Polling “Perang Udara” Tempatkan PSR Diposisi Teratas

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana (kanan) bersama kader Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

“Ketua KPU Bali: Sepanjang Sajikan Data dan Fakta, Polling Online Tak Masalah”

 

Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) pada bulan April 2019 yang pelaksanaannya bersamaan dengan Pemilihan Presiden, memang masih dalam hitungan bulan. Namun “perang” sengit antar calon legislatif sudah terasa dari sekarang. Salah satu model “perang” sengit diantara caleg itu dilakukan lewat “jalur udara” (media sosial).

Dari sebuah polling online (pollingkita.com) yang disebar lewat aplikasi WhatsApp ke beberapa grup WA, sejumlah nama caleg pusat petahana bermunculan dan bertarung sengit di “jalur udara”. Termasuk juga caleg-caleg pusat pendatang baru.

Caleg DPR RI yang saat ini masih aktif di Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana, menempati posisi teratas polling online ini. Politisi muda dari Desa Peliatan Ubud Gianyar ini, mampu “mengalahkan” caleg-caleg petahana seperti IGA Rai Wirajaya, IB Sukarta, AA Bagus Adhi Mahendra Putra dan incumbent lainnya. Berikut hasil polling onlinenya.

Putu Supadma Rudana (PSR) berada di puncak dengan perolehan 2.285 suara (24,20 %). Tempat kedua ditempati IGA Rai Wirajaya (caleg petahana PDI Perjuangan) yang memperoleh 1.759 suara (18,70 %). Berikutnya caleg “new comer” Wayan Sudirta dari PDI Perjuangan mendulang  1.270 suara (13,50 %), IGN Kusuma Kelakan politisi PDI Perjuangan mendulang dukungan 1.102 (11,22 %), dan caleg pendatang baru yang juga Wagub Bali periode 2013-2018 Ketut Sudikerta berada di posisi 5 dengan dukungan 526 suara (5,6 %).

Setelah posisi 5 besar tadi, dukungan di pollingkita.com juga menunjukkan perolehan suara kurang dari 5% kepada para caleg pusat dari dapil Bali. Seperti I Made Wijaya politisi asal Desa Suana Kecamatan Nusa Penida Klungkung (Golkar) yang memperoleh dukungan 454 uara (4,5 %), anggota aktif DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana memperoleh  367 suara (3,1 %), Nyoman Parta politisi PDI Perjuangan memperoleh 231 suara (2,3 %). Sementara sejumlah nama tenar incumbent DPR RI seperti Gede Sumarjaya Linggih, Anak Agung bagus Adhi Mahendra Putra, I Made Urip, Ida Bagus Putu Sukarta masing-masing hanya memperoleh suara 1 persen.

Dalam polling online yang beredar luas di kalangan pendukung caleg ada 29 nama Caleg DPR RI dapil Bali yang dilempar ke publik. Kemudian masyarakat melalui aplikasi diminta memberikan vote terhadap salah satu kandidat. Pertanyaan yang disodorkan adalah ‘Pilih Calon yang Tepat Untuk Mewakili Bali di DPR RI’. Masyarakat disodori 29 nama diantaranya Eko Budi Cahyono (PKB), IB Putu Sukarta (Gerindra), Anak Agung Alit Wiraputra (Gerindra), Anak Agung Bagus Jelantik Sanjaya (Gerindra), I Made Urip (PDI Perjuangan), IGN Kusuma Kelakan (PDI Perjuangan), Ketut Kariyasa Adnyana (PDI Perjuangan), IGA Rai Wirajaya (PDI Perjuangan), IGA Astrid (PDI Perjuangan), Nyoman Parta (PDI Perjuangan), Wayan Sudikerta (PDI Perjuangan), Gede Sumarjaya Linggih (Golkar), AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Golkar), Ketut Sudikerta (Golkar), I Wayan Geredeg (Golkar), I Made Wijaya (Golkar), IB Oka Gunastawa (NasDem), Rufinus Hutahuruk (NasDem), Ni Luh Jelantik (NasDem), Nyoman Sutrisno (NasDem), Wayan Suarja Agung (NasDem), Ida Ayu Suryawati (Partai Garuda), I Wayan Sukla Arnata (Perindo), Nengah Yasa Adi Susanto (PSI), Gede Pasek Suardika (Hanura), Kadek Arimbawa (Hanura), Putu Supadma Rudana (Demokrat), Putu Tutik Kusuma Wardhani (Demokrat), Gede Ngurah Wididana (Demokrat). Namun Supadma Rudana langsung melesat teratas mengungguli caleg-caleg lain.

Polling online yang beredar luas di masyarakat, tidak dipersoalkan oleh penyelenggara pemilu khususnya Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan. Menurutnya polling online yang beredar luas di kalangan pendukung caleg tidak masalah sepanjang menyajikan fakta dan data.

“Tidak masalah, sepanjang memberikan kesempatan yang sama terhadap caleg-caleg yang ada. Justru ini juga mendukung KPU dalam mensosialisasikan pelaksanaan pemilu 17 April 2019 mendatang,” ujarnya.

Dilain pihak, anggota Bawaslu Bali Divisi Hukum Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi yang dihubungi terpisah, mengatakan polling adalah dinamika di media sosial. Hal tersebut bukanlah hasil resmi pemilu karena hasil pemilunya nanti setelah perhitungan suara hasil coblosan pada 17 April 2019.

“Pada intinya survei, jajak pendapat, dapat dilakukan secara resmi oleh lembaga yang sudah terdaftar di KPU. Tentunya dengan memenuhi syarat dan ketentuan. Dalam pelaksanaannya Bawaslu melakukan pengawasan dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *