Alit Kelakan: “Realiasi kartu sembako dari APBN sebanyak 65.984 KPM di Bali”

Alit Kelakan: “Realiasi kartu sembako dari APBN sebanyak 65.984 KPM di Bali”

Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan saat memantau realisasi bantuan sembako (Kartu Sembako) dari APBN, Senin (27/04/2020).

Tambahan bantuan sembako non tunai (Kartu Sembako) dari APBN untuk 65.984 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak pandemi covid-19 di seluruh Bali mulai direalisasikan hari ini.

Ada tiga bank yang menyalurkan yaitu Bank BNI, BRI, dan Bank BTN. Bank BNI menyalurkan bantuan sembako non tunai dari APBN yang dikelola Kementerian Sosial yang menjadi mitra kerja komisi VIII DPR RI.

Bank BNI ditunjuk menyalurkan bantuan di 4 kabupaten yakni di Kabupaten Jembrana (6.519 KPM), Tabanan (11.839 KPM), Badung (5.279 KPM), dan Kabupaten Gianyar (3.534 KPM). Kemudian Bank BTN ditunjuk menyalurkan bantuan di Kabupaten Bangli (6.385 KPM), Klungkung (3.278 KPM), dan Kota Denpasar (1.569 KPM). Sedangkan Kabupaten Buleleng (14.005 KPM) dan Karangasem (13.574 KPM) disalurkan oleh Bank BRI.

Anggota Komisi VIII DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, mengatakan sebelumnya telah membahas bantuan ini dengan Kementerian Sosial yang menjadi mitra kerja komisi yang lingkup tugasnya pada bidang agama dan sosial termasuk berkoordinasi dengan bank penyalur dan pemerintah kabupaten kota se-Bali terkait teknis penyerahan bantuan Kartu Sembako ini.

“Kami bersyukur bantuan sembako non tunai dari APBN ini bisa terealiasi tepat sasaran, dan diserahkan dengan mengikuti protokol penanganan covid-19. Terima kasih kami sampaikan kepada bank penyalur sehingga bantuan bisa diterima masyarakat yang berhak dan tepat waktu,” ujar Kesuma Kelakan saat mengawasi realisasi bantuan sembako non tunai dari APBN kepada KPM, Senin (27/4/2020), di Tabanan.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga menjelaskan dalam APBN Tahun Anggaran 2020 ini ada tambahan penerima bantuan sembako non tunai karena terdampak pandemik covid-19 yakni sebanyak 65.984 keluarga di seluruh Bali. Nilai yang diterima masing-masing keluarga sebesar 200 ribu rupiah setiap bulan selama sembilan bulan. Bantuan ini jelas Kesuma Kelakan, ditransfer langsung ke rekening KPM dan kemudian dipergunakan untuk membeli sembako di e-warung.

“Kalau dihitung tambahan yang digelontorkan APBN untuk masyarakat Bali dalam bentuk bantuan sembako non tunai dari APBN terkait pandemi covid-19 ini mencapai 118,7 milyar rupiah,” jelas anggota Fraksi PDI Perjuangan dapil Bali yang populer disapa Alit Kelakan (Alke).

Alit Kelakan menerangkan, mereka yang menerima bantuan ini merupakan keluarga kurang mampu. Penerima bantuan menurutnya akan terus diawasi sehingga bantuan yang disalurkan akan tepat waktu, tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat.

“Bila ada keluarga kurang mampu belum mendapatkan bantuan ini, segera informasikan kepada aparat desa setempat untuk diteruskan ke Dinas Sosial sehingga validasi data terus dilakukan. Dengan demikian yang belum dapat bantuan bisa dianggarkan di tahun berikutnya,” tutup anggota DPD RI periode 2009-2014 ini. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *