BI Tabur Bunga di TPB Margarana, Trisno Nugroho: Semangat Juang Pahlawan Jadi Inspirasi dalam Berkarya

BI Tabur Bunga di TPB Margarana, Trisno Nugroho: Semangat Juang Pahlawan Jadi Inspirasi dalam Berkarya

Foto: KaKPw BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho, melaksanakan tabur bunga didampingi BMPD Provinsi Bali di Taman Pujaan Bangsa, Margarana, Tabanan.

Dalam memperingati Hut ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019, dan Hut ke-66 Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Provinsi Bali bersama para pimpinan perbankan daerah yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali, melaksanakan penghormatan khusus kepada pahlawan bangsa melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga, Senin (12/8/2019), di Taman Pujaan Bangsa, Margarana, Tabanan.

Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan, ziarah merupakan tradisi yang tidak pernah terlewatkan setiap tahunnya. Ziarah merupakan komitmen Bank Indonesia untuk selalu mengingat sejarah, dan menjadikan semangat juang para pahlawan sebagai inspirasi dalam berkarya, termasuk dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Sebagai bagian dalam perekonomian, penting bagi Bank Indonesia dan perbankan untuk selalu memupuk nasionalisme dan cinta tanah air. Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan akan selalu berorientasi pada kemajuan ekonomi negara,” terang Trisno.

Pada kesempatan ini, Trisno menyampaikan perkembangan terkini perekonomian Bali. Pada triwulan II 2019, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,64 persen (yoy) atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,96 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,05 persen (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan ini tidak lepas dari menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada semester I 2019,” jelasnya.

Trisno menyebutkan, sebagai daerah yang perekonomiannya ditopang sektor pariwisata, maka perekonomian Bali sangat rentan terhadap gejolak ekonomi global. Terus menurunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara maju yang merupakan mitra dagang utama Provinsi Bali pada tahap selanjutnya akan berdampak pada penurunan ekspor baik barang dan jasa di Bali.

Namun demikian, kata Trisno, ditengah meningkatnya tantangan perekonomian Bali, masih terdapat peluang yang dapat dioptimalkan. Ia optimis terhadap membaiknya perekonomian Bali di semester II 2019. Hal ini jelas Trisno, didukung oleh perkiraan meningkatnya jumlah kunjungan wisata dan membaiknya iklim investasi, seiring dengan situasi politik dan keamanan yang kondusif.

“Dari sisi perbankan agar perbankan terua menguatkan dukungannya salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat Pariwisata,” himbau Trisno. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *