Isu Kelangkaan Pupuk di Petani, Komisi IV DPR Tinjau Gudang Pupuk di Tabanan

Isu Kelangkaan Pupuk di Petani, Komisi IV DPR Tinjau Gudang Pupuk di Tabanan

Foto: Komisi IV DPR RI meninjau Gudang Lini III PT Pupuk Indonesia (Persero) Gudang Tabanan, Senin (15/02/2021).

Penabali.com – Komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung Ketuanya, Sudin, melakukan peninjauan ke Gudang Lini III PT Pupuk Indonesia (Persero) Gudang Tabanan, Senin (15/02/2021). Dua legislator dari Dapil Bali yakni Made Urip dan Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra juga turut dalam rombongan tersebut.

Turunnya Komisi yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, serta kelautan itu untuk mendengar langsung penjelasan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) mengenai ketersediaan pupuk.

“Cukup bagus pendistribusiannya hanya saja perlu dicarikan solusi terhadap kendala-kendala yang terjadi di masyarakat,” kata Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, dihadapan Direksi PT Pupuk Indonesia (Perseroan) beserta jajaran.

Sudin mengatakan, masyarakat harus diberikan edukasi yang lebih intens lagi agar mengetahui bagaimana mekanisme untuk mendapatkan pupuk subsidi.

“Jangan sampai ada kabar terjadi kelangkaan, ini yang terkait harus memberi penjelasan kepada masyarakat agar petani kita benar-benar mendapat pemahaman yang jelas,” ucap Sudin.

Anggota Komisi IV lainnya, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra mengungkapkan, sejumlah aspirasi yang ia terima dari para petani bahwa terjadi kelangkaan pupuk di Pupuan, Jembrana, dan Gerogak. Karena aspirasi itu, Komisi IV DPR RI turun langsung ke gudang pupuk ini untuk mengetahui apa kendala dan bagaimana ketersediaan pupuknya.

“Harus dicarikan solusinya seperti yang disampaikan Pak Ketua (Ketua Komisi IV DPR, red), sehingga petani tetap bisa mendapat kejelasan dan bisa terus berproduksi,” ucap anggota Fraksi Partai Golkar yang lebih populer disapa Gus Adhi ini.

Bali yang memiliki subak menurutnya adalah nilai tambah dan keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain. Karena itu, politis yang dikenal sangat getol memperjuangkan pertanian dan kelautan ini, meminta ada komunikasi yang baik antara pihak Pupuk Indonesia dengan subak. Sehingga pendistribusian dan mekanismenya diketahui secara gamblang oleh para petani.

“Perlu juga dijaga harganya (pupuk, red) jangan sampai nanti sudah tahu kekurangan pupuk tapi permintaan banyak maka disinilah seringkali terjadi permainan harga,” imbuh Gus Adhi.

Sementara itu, Muhammad Yusri selaku SVP Pemasaran Wilayah II Pupuk Indonesia mengatakan ketersediaan pupuk khususnya Urea untuk wilayah Bali, mencukupi. Ia menjelaskan, 6 ribuan ton stok pupuk di Bali hingga Minggu ketiga bulan Maret.

“Yang mengatakan kelangkaan itu mungkin saja petani itu tidak terdaftar di ERDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dimana ada nama-nama petaninya, jumlah pupuk dapat berapa per musim tanam. Jadi tidak semua bisa dilayani dengan subsidi karena harus masuk dalam ERDKK itu,” jelas Yusri.

Usai peninjauan di gudang pupuk ini, rombongan kemudian melanjutkan peninjauannya ke Gudang Bulog di Sempidi, Kabupaten Badung. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih dekat terkait ketersediaan pasokan Bulog dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat di Bali ditengah pandemi Covid-19. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *