PLN Tetapkan 4 Desa di Bali Sebagai “Desa Semeton PLN Mobile”

PLN Tetapkan 4 Desa di Bali Sebagai “Desa Semeton PLN Mobile”

General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana di Desa Angseri, Tabanan. (foto: ist.)

Denpasar (Penabali.com) – Digitalisasi menjadi hal yang tak terelakkan saat ini. Apalagi pandemi Covid-19 memaksa setiap orang untuk tak lagi ‘primitif’ dan awam terhadap era digital. Pasalnya, di setiap lini aktivitas dari berbelanja urusan perut hingga kebutuhan lainnya terpaksa dipenuhi melalui pemesanan dengan memanfaatkan teknologi digital.

PLN turut menjawab tantangan percepatan era digital ini dengan meluncurkan aplikasi PLN Mobile sejak akhir 2020 lalu. Urusan bayar listrik atau beli pulsa hingga pengaduan bahkan instalasi listrik, kini semua dapat dipenuhi cukup melalui ponsel pintar saja.

PLN UID Bali kemudian memulai inisiasi untuk memasyarakatkan aplikasi ini secara masif. Desa Semeton PLN Mobile menjadi tajuk bagi desa yang seluruh pelanggan PLN-nya 100 persen mengunduh dan memanfaatkan aplikasi ini.

Kini 4 desa di Bali sukses menjadi Desa Semeton PLN Mobile. Desa Aan di Kabupaten Klungkung menjadi yang pertama, dan disusul Desa Angseri di Kabupaten Tabanan, Kelurahan Serangan di Kota Denpasar Selatan, Desa Ekasari di Kabupaten Jembrana

General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana, mengungkapkan PLN berambisi untuk menjadi pionir dan inisiator dalam mendigitalisasi masyarakat melalui aplikasi PLN Mobile.

“Desa Semeton PLN Mobile ini diharapkan mampu menjadi legacy bagi Bali untuk melek digital, karena mau tidak mau kita sudah memasuki era ini, sudah seharusnya kita segera adaptasi terhadap perubahan yang sudah di depan mata,” jelas Udayana, Kamis (30/12/2021).

Ia juga menekankan bahwa PLN terus melakukan berbagai inovasi untuk perbaikan aplikasi PLN Mobile, sehingga kebutuhan masyarakat akan pelayanan listrik benar-benar terjawab melalui aplikasi ini.

Hingga kini, pengunduh aplikasi ini di Bali telah mencapai 375.373 akun dan diprediksi akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

“Di tahun 2021 pengunduh aplikasi ini bertambah rata-rata 27.400 pelanggan setiap bulannya, kami berharap Bali bisa terus meningkat angkanya, target kami di triwulan I 2022 pengguna PLN Mobile di Bali dapat mencapai 30% dari total pelanggan UID Bali,” ungkap Udayana.

Menurutnya, pengguna aplikasi ini lebih banyak memanfaatkan fitur Token dan Pembayaran untuk bertransaski Pembelian Token dan pembayaran tagihan listrik, yang mulai diperggunakan pelanggan fitur lainnya yaitu fitur Pengaduan, Perubahan Daya, Penyambungan Baru.

“Kami optimis masyarakat akan semakin teredukasi dengan layanan digital PLN ini, apalagi fitur-fitur di PLN Mobile terus ditingkatkan menyesuaikan kebutuhan pelanggan,” pungkasnya.

Saat ini PLN Mobile tak hanya mencakup layanan kelistrikan saja seperti pasang baru, perubahan daya, maupun sambungan sementara, namun juga mencakup layanan internet melalui iconnet, perbaikan instalasi, termasuk layanan Stasiun Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melalui Charge.In. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *