Tanamkan Nilai-nilai Keindonesiaan untuk Cegah Tangkal Paham Radikalisme 

Tanamkan Nilai-nilai Keindonesiaan untuk Cegah Tangkal Paham Radikalisme 

Foto: Kegiatan Sosialisasi Komsos Cegah Tangkal Paham Radikalisme kepada Komponen Bangsa, kegiatan Kepramukaan dan kegiatan Bhakti TNI.

(Pendam IX/Udayana). Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si., didampingi Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, mengatakan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Terpadu daIam rangka Serbuan Teritorial TNI AD TA 2019 berupa kegiatan Sosialisasi Komsos Cegah Tangkal Paham Radikalisme kepada Komponen Bangsa, kegiatan Kepramukaan dan kegiatan Bhakti TNI, kali ini dilaksanakan secara tersebar dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Hal itu disampaikan dalam aacara sosialisasi Komsos Cegah Tangkal Paham Radikalisme pada kegiatan Binter Terpadu daIam rangka Serbuan Teritorial TNI AD TA 2019 di wilayah Kodim 1619/Tabanan, bertempat di Gedung Mario Jln. Gunung Agung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Rabu (03/07/).

Selaku penanggung jawab kegiatan, Aster Kasad menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kesediaan semua pihak yang siap mendukung kegiatan Binter Terpadu dalam rangka Serbuan Teritorial TNI AD TA 2019, dan mengajak kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menyatukan visi, misi dan persepsi agar pada kegiatan yang bersifat kolektif ini dapat mencapai sasaran yang diharapkan.

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah ”Menangkal Paham Radikalisme/Separatisme dan Filter Budaya Bebas di Era Globalisasi”.

“Arti radikalisme itu sendiri merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis Iewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem, dan kita mengenal ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal, seperti kita mengenal ada yang namanya sikap intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner,” imbuh Aster Kasad.

Foto: Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si.

Lebih lanjut dikatakan, ada beberapa strategi dalam menghadapi radikalisme diantaranya Kontra Radikalisasi yakni upaya penanaman nilai-nilai ke-Indonesiaan serta nilai-nilai non-kekerasan. Dalam proses ini, strategi yang dilakukan melalui pendidikan baik formal maupun non formal. Kontra radikalisasi diarahkan masyarakat umum melalui kerja sama dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan stakeholder lain dalam memberikan nilai-nilai kebangsaan.

“Bila sinergi dan komitmen yang kuat terjalin dengan baik, Insya Allah tujuan kita untuk mewujudkan suatu pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan daerah khususnya yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat baik yang berada di daerah pedesaan, kawasan tertinggal maupun daerah-daerah yang terisolir di Nusantara akan tercapai,” ujarnya.

Bupati Tabanan yang diwakili Asisten I Sekda Tabanan, I Wayan Miarsana menyatakan ucapan terima kasih atas dijadikannya Tabanan sebagai lokasi kunjungan dalam kegiatan pembinaan teritorial dengan kegiatan Serbuan Teritorial TA 2019.

“Kondisi keamanan Kabupaten Tabanan sampai saat ini tetap terjaga dengan aman dan nyaman serta kondusif sebagai syarat utama DTW, ini berkat kerjasama yang baik dan solid antara FKPD termasuk peran Kodim 1619/Tabanan,” ucapnya.

Hadir pada acara tersebut Danrem 163/WSA, Danrindam Udayana, Aster Kasdam Udayana, Paban IV/Komsos Mabesad, Dandim 1619/Tabanan, dan Forkopimda Kabupaten Tabanan. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *