Berakhir 31 Maret 2019, DJP Bali Himbau WP Manfaatkan e-Filing Lapor SPT Tahunan

Kepala Kanwil DJP Bali, Goro Ekanto, mengatakan batas akhir penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi (OP) Tahun Pajak 2018 akan segera berakhir 31 Maret 2019. Agar tidak kena sangsi, DJP Bali mengingatkan wajib pajak untuk segera melaporkan SPT Tahunannya.

“Kami ingin menggugah masyarakat Bali untuk menyampaikan SPT tepat waktu”, ujar Goro Ekanto, disela-sela kegiatan Kampanye SPT Tahunan “specTAXcular” 2019, di Gerbang Selatan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Minggu (17/3). Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali ini mengangkat tema “Pajak, bayarnya e-billing, lapornya e-filing”.

Goro menjelaskan, di kegiatan ini masyarakat sambil berolahraga dapat menikmati berbagai layanan perpajakan sekaligus menikmati hiburan yang telah disediakan oleh Kanwil DJP Bali. Salah satunya adalah layanan Pojok Pajak yang merupakan sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan perpajakan seperti layanan asistensi e-filing, pembuatan kode billing, aktivasi atau cetak ulang EFIN dan konsultasi perpajakan. E-filing merupakan salah satu sarana yang disediakan oleh DJP untuk mempermudah pelaporan SPT Tahunan.

Guna menghindari antrean di Kantor Pajak saat melaporkan SPT Tahunan, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak membuat aplikasi yang disebut e-Filling. “Jadi sekarang lebih mudah dan efisien. Ibu bapak tidak perlu ke kantor pajak, tak perlu lagi meminta SPT blangkonya, hanya tinggal masuk ke website www.djponline.pajak.go.id. dari situ bisa langsung menyampaikan SPT-nya”, jelasnya.

Dengan kemudahan ini, menurut Goro, bagi wajib pajak di Bali yang wajib SPT diharapkan melaporkan SPT-nya. “Lebih cepat lebih baik”, tegasnya. Goro menambahkan, kalau hingga akhir Maret ini masyarakat sebagai wajib pajak berduyun-duyun ke Kantor Pajak untuk menyelesaikan kewajibannya melaporkan SPT-nya, dikhawatirkan sistem layanan digital akan krodit, sehingga bisa mengganggu atau menghambat pelaporannya. Karena itu, Goro menghimbau wajib pajak segera melaporkan SPT Tahunannya dengan memanfaatkan aplikasi e-Filling ini.

“Wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajiban pelaporan SPT Tahunan agar segera menuntaskannya sebelum jatuh tempo, hal ini untuk menghindari sanksi administrasi atas keterlambatan penyampaian SPT Tahunan OP berupa denda sebesar Rp100.000”, ungkap Goro.

Dalam membantu dan melayani masyarakat melaporkan SPT Tahunannya termasuk di acara Kampanye SPT Tahunan “specTAXcular” 2019, DJP Bali mendapat suntikan tenaga dari 258 mahasiswa sebagai relawan pajak yang berasal dari Universitas Warmadewa dan Politeknik Negeri Bali.

“Mereka bertugas untuk memberikan asistensi e-filing formulir 1770 S dan 1770 SS dan ditempatkan di seluruh kantor pelayanan pajak di Bali, termasuk dalam kegiatan ini, para relawan pajak dilibatkan untuk memberikan asistensi”, papar Goro.

Goro menambahkan, per 16 Maret 2019, menurut database, dari 173.004 Wajib Pajak di Kanwil DJP Bali yang menjadi sasaran e-filing, sebanyak 55.95% (96.789 WP) diantaranya sudah menyampaikan SPT Tahunan. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka ada peningkatan 36.560 WP, dimana realisasi penyampaian melalui e-filing tahun lalu untuk periode yang sama sebanyak 60.229 WP. Dijelaskan, pada tahun 2018 Wajib Pajak yang terdaftar Wajib SPT sebanyak 332.051 dan Wajib Pajak yang sudah menyampaikan pelaporannya sebanyak 298.819. Untuk tahun 2019, DPJ Bali untuk wajib pajak target e-Filling 173.004 dan wajib pajak lapor e-filing 96.789.

Bagi masyarakat atau wajib pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut seputar perpajakan dan berbagai program dan layanan yang disediakan DJP, bisa meng-klik www.pajak.go.id. Bisa juga menghubungi Kring Pajak di 1500 200, atau datang lansung ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *