Bali SMESCO Festival, Gubernur Koster: Tingkatkan Kualitas Produk UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Bali SMESCO Festival, Gubernur Koster: Tingkatkan Kualitas Produk UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster, dalam acara Bali Smesco Festival 2019 di Gedung Serbaguna SMESCO Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Bali Smesco Festival 2019 di Gedung Serbaguna SMESCO Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) pagi, mengatakan pengembangan UMKM wajib mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun dukungan dari berbagai pihak berupa regulasi dan kebijakan agar UMKM dapat tumbuh kondusif dan makin berperan di berbagai sektor ekonomi. Saat ini, Pemerintah Provinsi Bali mendukung produk kerakyatan lokal dengan telah mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri lokal yang mengatur penggunaan produk lokal untuk hotel, restoran dan katering dengan syarat produk lokal tersebut memenuhi standar kualitas yang ditentukan. Selanjutnya juga telah diterbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali yang berdampak pada peningkatan kebutuhan pada produk busana lokal Bali.

“Melalui peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan kemajuan UMKM. Pengembangan UMKM ke depan perlu menggabungkan keunggulan lokal yang berbasis budaya dibarengi dengan inovasi dan kreatifitas sesuai dengan visi misi pemerintah daerah Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, pameran merupakan event yang sangat strategis dalam memperkenalkan dan mempromosikan produk yang dihasilkan. Karena itu pelaku usaha dan UMKM harus mampu menjaga dan terus meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing dipasar yang semakin kompetitif. Disamping sebagai media promosi, dikatakan Gubernur Koster, event ini juga untuk mendorong terjadi kontrak bisnis antara buyer dan UMKM sehingga terwujud peningkatan pendapatan UMKM.

“Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revoluasi industri 4.0, yakni penguatan pada pola digital ekonomi. Melihat perkembangan itu, mau tidak mau UMKM Bali harus melangkah lebih maju memanfaatkan IT agar tidak kalah saing dengan negara-negara lainnya,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu.

Dalam nenghadapi tantangan tersebut, selain melalui dunia pendidikan, membangun jiwa wirausaha juga dapat dilakukan melalui berbagai event pameran yang melibatkan UMKM. Gubernur Koster berharap, melalui Bali SMESCO Festival, UMKM Bali akan mampu menembus pasar global.

“Mohon bantuan bapak Menteri Koperasi dan UKM terus memberikan dukungan dan fasilitasi bersama asosiasi dan pihak lainnya sehingga kapasitas dan kualitas UMKM Bali semakin meningkat. Saya harap dengan kegiatan seperti ini akan mampu membawa UMKM Bali menembus pasar global,” harap pejabat kelahiran Desa Sembiran Buleleng itu.

Sementara itu ditempat yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengapresiasi dilaksanakannya Bali Smesco Festival. Menurut Puspayoga, kegiatan ini sangat bagus untuk promosi produk unggulan daerah Bali.

“Smesco Indonesia merupakan brand dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan tujuan untuk memberikan layanan promosi dan pemasaran KUKM Indonesia,” jelas pejabat dari Puri Satria, Denpasar, itu.

Dikatakan Menkop UKM Puspayoga, Smesco Indonesia diharapkan dapat menjadi area one stop shopping bagi konsumen lokal maupun internasional yang ingin membeli produk-produk KUKM Indonesia mengingat dilokasi ini seluruh produk kerajinan dari 34 provinsi di Indonesia tersedia.

“Pada perhelatan Asian Games 2018, Smesco Indonesia ditunjuk sebagai salah satu destinasi resmi wisata belanja oleh panitia resmi Asian Games, INASGOC untuk para atlet, official dan tamu peserta Asian Games,” sebut Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013 itu.

Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra dalam laporannya menyampaikan ada 38 peserta dari UKM asal Bali ikut dalam pameran Bali Smesco Festival. Mereka terdiri dari UKM produk kerajinan seperti Tenun, perak, kerang, lukisan, dan lain-lain. Tujuannya, untuk mempromosikan, memasarkan dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah Bali agar produk unggulan Bali tidak hanya dipasarkan di Bali namun juga ke luar Bali bahkan mancanegara.

“UMKM Bali agar terus meningkatkan mutu produk untuk menghadapi selera pasar dan menghadapi era globalisasi saat ini serta terus membangun jejaring guna memperluas pemasaran produk,” harapnya.

Pembacaan puisi berjudul Sumpah Kumbakarna yang dibacakan Ny. Putri Suastini Koster, menyemarakkan acara Bali Smesco Festival 2019, Selain itu juga ditampilkan peragaan busana adat Bali, acara talkshow dan demo melukis oleh I Wayan Aris Sarmanta, seniman dari Desa Batuan, Sukawati, Gianyar. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *