10 Tahun DPO, Hendra Subrata Dideportasi ke Indonesia, Irjen Pol. Nico Afinta Apresiasi Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Singapura

10 Tahun DPO, Hendra Subrata Dideportasi ke Indonesia, Irjen Pol. Nico Afinta Apresiasi Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Singapura

Proses pemulangan buronan kasus percobaan pembunuhan berencana, Hendra Subrata, dari Singapura ke Indonesia. (Foto: ist.)

Surabaya (Penabali.com) – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nico Afinta sangat mengapresiasi kerjasama antara Kejaksaan Agung, Kemenlu RI, NCB Interpol Polri serta dukungan Pemerintah Singapura yang berhasil buronan kasus percobaan pembunuhan dan penganiayaan yang terjadi pada tahun 2008, Hendra Subrata, dari Singapura ke Indonesia pada 26 Juni 2021.

“Saya turut merasa bangga atas keberhasilan Kejaksaan Agung RI, Kemenlu RI, NCB Interpol dan Pemerintah Singapura dalam proses pemulangan buronan kasus pembunuhan berencana Hendra Subrata,” ucap Kapolda Jatim, Minggu (11/07/2021), di Mapolda Jatim.

Patut diketahui, bahwa pada periode tahun 2008 Hendra Subrata ditetapkan sebagai tersangka kasus percobaan pembunuhan dan penganiayaan terhadap korban Hermanto Wibowo di bilangan KS Tubun Jakarta Barat oleh penyidik Dit Reskrimun Polda Metro Jaya yang pada saat itu dipimpin AKBP Nico Afinta yang menjabat sebagai Kasubdit Ranmor selaku Katim Penyidikan. Saat ini, Nico Afinta sudah berpangkat Irjen Polisi dan menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Pada saat itu tersangka Hendra Subrata mencoba membunuh korban Hermanto Wibowo dengan cara memukul bagian kepala korban dengan barbel.

Serangkaian proses penyidikan dilalui dengan langkah-langkah sciencetific crime investigation guna menemukan alat bukti.

Tersangka Hendra Subrata pun tidak tinggal diam saat proses penyidikan berlangsung. Tersangka beberapa kali melaporkan pihak penyidik ke fungsi Propam dengan tuduhan proses penyidikan tidak profesional. Namun semua tuduhan itu terbantahkan dan tidak terbukti saat penyelidikan laporan aduan tersebut yang dilakukan oleh pihak Propam. Hingga pada akhirnya berkas perkara tersangka Hendra Subrata dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Jaksa Penuntut Umum.

Dalam persidangan, Hendra Subrata dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum melakukan percobaan pembunuhan dan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP dan setelah melalui tahapan proses persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis 4 tahun penjara serta dikuatkan oleh Keputusan Mahkamah Agung pada tahun 2010.

Namun saat akan dieksekusi oleh pihak kejaksaan terdakwa melarikan diri, hingga pihak Polda Metro Jaya atas permohonan dari pihak kejaksaan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap terdakwa Hendra Subrata pada tanggal 28 September 2011. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *