Stakehokders Pariwisata Promosi ke Ukraina, Harapkan Dongkrak Kunjungan Wisman ke Bali

Stakehokders Pariwisata Promosi ke Ukraina, Harapkan Dongkrak Kunjungan Wisman ke Bali

Ditengah anjloknya tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, program promosi pariwisata ke luar negeri terus dilakukan dan bahkan mesti ditingkatkan. Dalam situasi keterbatasan dana promosi yang mengalami pemangkasan akibat target pemasukan dari pendapatan asli daerah yang tidak tercapai seperti diharapkan, pemerintah dan pihak berkepentingan (stakeholder) pariwisata mesti bisa mencari terobosan-terobosan agar promosi potensi pariwisata Bali dan Indonesia tetap bisa dilakukan. Ini sangat penting mengingat promosi sebagai bagian dari pemasaran taktis (tactical marketing) untuk suatu produk dan jasa pariwisata merupakan kegiatan yang terus-menerus dan konsisten harus dilakukan. Pada saat bersamaan kegiatan ini juga merupakan image marketing atau ekspos dari citra destinasi kepada calon wisatawan.

Pacific Holidays DMC Indonesia sebagai salah satu perusahaan manajemen destinasi dengan proaktif tergerak untuk melakukan promosi bersama secara mandiri dengan menggandeng para hotel dan pengusaha Bali yang mewakili Indonesia dalam melakukan promosi di Ukraina. Para delegasi dari Bali (Indonesia) ini mengemas ajang promosi di Ukraina dengan tema, “Indonesia Tourism & B2B Exhibition & Sales Mission 2019” (ITBES 2019).

Kegiatan promosi mandiri ini merupakan upaya nyata dari pelaku pariwisata dan bisnis Indonesia umumnya dan Bali khususnya, dalam mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan pada gilirannya dapat meningkatkan devisa negara.

ITBES 2019 ini merupakan suatu ajang promosi antarbisnis dimana para pelaku bisnis dapat memaparkan produk dan layanannya serta bisa berinteraksi langsung dengan para pembeli potensial di Ukraina. Para delegasi berangkat dari bandara Internasional Ngurah Rai Bali pada tanggal 26 September 2019 menuju Kiev, ibukota Ukraina, melalui Doha dan kembali pada 4 Oktober 2019.

Acara ITBES 2019 diselenggarakan di ruang pertemuan Kamar Dagang dan Industri Ukraina di Kyiv pada tanggal 30 September 2019. Acara diawali dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Ukraina di Kyiv, mengunjungi objek wisata unik di Kyiv sebagai ajang studi banding, acara utama berupa pameran dan presentasi solo bagi delegasi Indonesia, dilanjutkan dengan sales blitz ke beberapa tour operator bagi delegasi pariwisata, serta diakhiri dengan meninjau pameran dagang dan pariwisata UITM 2019 (Ukraine International Travel Market 2019).

Kegiatan promosi mandiri yang diprakarsai Pacific Holidays DMC Bali ini didukung penuh Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina, Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Ukraina. Para delegasi dari Bali (Indonesia) yang berperan aktif secara langsung dan nyata sebagai peserta ITBES 2019, meliputi pengelola hotel, pengusaha pertanian dan eksportir serta pengusaha biro perjalanan, antara lain Hanging Gardens of Bali – Luxury Villas di Ubud, Jimbaran Bay Beach Hotel, Mahagiri Luxury Villas Sanur dan Mahagiri Lembongan, Sense Hotel Seminyak, Zia Hotel Kuta, Arabica Coffee by Yuripho Group, serta Pacific Holidays DMC.

Dalam kesempatan ajang promosi ini para delegasi memanfaatkan kesempatan yang ada dengan optimal dan terukur, baik secara tactical sales (purchase action) maupun image marketing (brand advocacy).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang langsung ke Bali pada semester I tahun 2019 hanya sebanyak 2,84 juta orang. Jumlah tersebut turun 1,29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (semester I tahun 2018). Sementara pertumbuhan jumlah wisman ke Bali di tahun 2018 mencapai 6,54% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dan 2017 mencapai 15,62% YoY. Adapun rata-rata pertumbuhan jumlah wisman ke Bali sepanjang 2015-2018 sebesar 12,89% YoY.

Sepanjang semester I tahun 2019, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 14.188/US$, yang mana melemah 2,4% YoY. Dengan adanya pelemahan kurs, seharusnya wisatawan lebih tertarik untuk berlibur ke Indonesia karena harga-harga yang menjadi relatif murah. Pada kenyataannya, masih tetap ada penurunan jumlah wisman yang datang langsung ke Bali.

Sejatinya ini merupakan masalah yang tidak bisa dianggap sepele oleh pemerintah. Pasalnya, hingga saat ini Bali memegang peranan penting bagi industri pariwisata nasional, khususnya yang berorientasi pada wisman. BPS mencatat pada tahun 2018, ada 6,07 juta orang wisman yang berkunjung ke Bali. Sementara total wisman yang datang ke Indonesia pada tahun yang sama hanya sebesar 15,81 juta orang. Itu artinya hampir 40% dari total wisman yang melakukan perjalanan ke Indonesia menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Kala pariwisata di Bali mengalami kontraksi, maka sudah pasti akan berdampak signifikan terhadap industri pariwisata nasional secara keseluruhan.

Alhasil, pada semester I tahun 2019 jumlah wisman yang datang ke Indonesia hanya sebanyak 7,82 juta orang atau tumbuh 4,01%. Memang masih tumbuh, namun angka pertumbuhannya jauh melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya sejak tahun 2015, angka pertumbuhan jumlah wisman paling pesat terjadi pada tahun 2017, yaitu sebesar 16,77% YoY. Sementara rata-rata pertumbuhan jumlah wisman sepanjang 2015-2018 mencapai 13,66%. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *