Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, PDI Perjuangan Pecat I Made Gianyar Sebagai Kader

Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, PDI Perjuangan Pecat I Made Gianyar Sebagai Kader

DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali mengambil sikap tegas terhadap tiga orang kadernya. Ketiganya adalah I Made Gianyar, Sang Ayu Putri Adnyanawati, dan Ngakan Made Kutha Parwata. Mereka dipecat dari keanggotaan PDI Perjuangan.

 

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Sutena didampingi Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Made Suparta dalam keterangan persnya kepada awak media di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Jumat (04/12/2020) pagi menerangkan ketiganya diberikan sanksi organisasi karena dinilai melanggar kode etik dan disiplin partai, yang dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

“DPP PDI Perjuangan telah merekomendasikan Sang Nyoman Sedana Arta, dan I Wayan Diar untuk dijadikan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangli periode 2020-2025. Instruksi DPP sudah jelas agar seluruh kader mengamankan, menjalankan dan memperjuangkan terpilihnya Sedana Arta dan Diar menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangli. Kepada mereka yang tidak mengindahkan instruksi dan melakukan aktivitas diluar dari kebijakan ini, tentu PDI Perjuangan mengambil sikap tegas dengan memberikan sanksi organisasi,” jelas Sutena.

Menurut Sutena, sikap tegss PDI Perjuangan terhadap tiga orang kadernya itu dalam rangka menjaga kehormatan, kewibawaan, dan menegakkan citra partai serta kewajiban anggota partai untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan berpedoman pada kode etik dan disipli partai, kewajiban kader partai untuk menjaga arah perjuangan partai agar sejalan dengan ideologi partai, sikap politik, AD/ART, serta program partai.

Maka dari itu ujar Sutena, DPP PDI Perjuangan dapat memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan atau pemberhentian dari keanggotaan partai bagi kader partai yang terbukti melanggar kode etik dan disiplin partai.

“Ketiganya tidak mengindahkan instruksi DPP PDI Perjuangan terkait rekomendasi Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangli pada Pilkada Serentak tahun 2020. Dengan mendukung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari partai politik lain itu adalah pembangkangan terhadap ketentuan, keputusan dan garis kebijakan partai yang merupakan pelanggaran kode etik dan disiplin partai, dikategorikan sebagai pelanggaran berat,” terangnya.

Karena indisipliner tiga orang kader banteng moncong putih tersebut, maka DPP PDI Perjuangan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 75/KPTS/DPP/XII/2020 tentang Pemecatan I Made Gianyar, SH., M.Hum., Surat Keputusan Nomor 76/KPTS/DPP/XII/2020 tentang Pemecatan Sang Ayu Putri Adnyanawati, dan Surat Keputusan Nomor 77/KPTS/DPP/XII/2020 tentang Pemecatan Ngakan Made Kutha Parwata dari Keanggotan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tertanggal 02 Desember 2020 yang ditandatangani langsung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Dalam SK tersebut menetapkan memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada I Made Gianyar, SH., M.Hum., Sang Ayu Putri Adnyanawati, dan Ngakan Made Kutha Parwata dari keanggotaan PDI Perjuangan.

Selain itu dalam SK tersebut juga melarang I Made Gianyar, SH., M.Hum., Sang Ayu Putri Adnyanawati, Ngakan Made Kutha Parwata melakukan kegiatan dan menduduki jabatan apapun yang mengatasnamakan PDI Perjuangan.

“DPP PDI Perjuangan akan mempertanggungjawabkan surat keputusan tersebut pada Kongres Partai,” sebut Sutena. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *