Jalani Hidup Penuh Luka dan Liku, Togar Situmorang: “Selalu mohon pada Tuhan maka semua akan indah pada waktunya”

Jalani Hidup Penuh Luka dan Liku, Togar Situmorang: “Selalu mohon pada Tuhan maka semua akan indah pada waktunya”

Foto: Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP.

Menjadi advokat sukses seperti pada posisi saat ini, bukanlah proses instan, bak membalikkan telapak tangan. Mimpi besar yang akhirnya terwujud ini, membutuhkan perjuangan panjang yang dilalui dengan tangisan dan kepedihan.

Ya, itulah gambaran perjalanan hidup seorang pria kelahiran Jakarta, 18 Agustus 1966, Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP. Ditinggal Bapa (ayahanda) Lasman Situmorang sejak usia 11 tahun, Togar Situmorang tak dapat menikmati masa kecilnya dengan bahagia. Ia sudah harus banting tulang bekerja serabutan menjadi tulang punggung bagi ibu dan adik-adiknya.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun Togar Situmorang punya mimpi besar, punya cita-cita tinggi menjadi pribadi yang sukses, menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.

Pelan tapi pasti dengan kerja keras, Togar Situmorang mampu menjadi pribadi yang tergolong mapan dengan sejumlah pekerjaan. Ini kemudian membawanya pada sebuah situasi yang bergelimang harta.

Tapi Ia melupakan sesuatu bahwa hidup haruslah juga dipenuhi oleh rasa syukur. Karena sebagai umat beragama, sujud kehadapanNYA adalah hal mutlak untuk selalu dilakukan. Namun semuanya itu ternyata tak dijalankan dengan baik. Tuhan pun berkehendak lain. Togar Situmorang “jatuh” dan ditengah kepedihan itu, Togar Situmorang akhirnya kembali ke jalan Tuhan dan berdoa memohon pengampunan.

“Saya ambil keputusan setelah berdoa kepada Tuhan Yesus, akhirnya dapat jawaban dari mimpi diberikan tanda ada satu gambaran pulau”, ucap Togar Situmorang didalam video biography perjalanan kisah hidupnya yang telah diunggahnya di channel Youtube Panglima Hukum.

“Dari sinilah kemudian mimpi besar saya dimulai”, kata Togar Situmorang, saat ditemui di Denpasar, Minggu (03/05/2020).

Ibunda Togar Situmorang, Rosma Uli Gultom mengakui, bahwa putra sulungnya itu adalah anak yang pantang menyerah. Rosman Uli Gultom menceritakan, saat jatuh bangkrut itu putranya kemudian memutuskan hendak ke Bali untuk mengadu nasib.

“Ya mungkin itu mimpi yang dikirim opung (bapa Togar Situmorang, red) bahwa kamu harus menyeberangi lautan, kamu ke Bali aja”, sebut Rosma Uli Gultom, didalam video biography putranya itu.

Mendapat restu dari sang bunda, advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini kemudian menutuskan hijrah ke Bali. Berbekal uang 175 ribu pemberian ibunda, Togar Situmorang bermodalkan nekat berangkat menuju Bali.

Ketika sampai di Bali, Togar Situmorang bingung mau tinggal dimana. Lalu Ia berdoa kepada Tuhan, dan didalam doanya Ia berkata jika menemukan seorang laki-laki yang membantu maka akan menganggap orang tersebut sebagai saudara laki-lakinya. Sedangkan jika perempuan, maka akan menganggapnya sebagai “tulang rusuknya”.

Di Bali, pria berdarah Batak, Medan, Sumatra Utara ini kemudian bertemu seseorang yang juga pemilik sebuah penginapan. Disini, Togar Situmorang menawarkan diri untuk menjadi karyawan penginapan. Namun oleh pemilik penginapan, Ia malah diberikan sebuah kamar dan diajak untuk makan. Togar Situmorang pun sadar bahwa semua ini adalah campur tangan Tuhan.

Foto: Ibunda Togar Situmorang, Rosma Uli Gultom.

“Sampai di Bali saya tidak punya siapa-siapa, yang saya andalkan hanya Tuhan dan karena Beliau juga saya dipertemukan dengan orang-orang yang sangat baik dan berjasa dalam hidup saya selain kedua orang tua saya”, ungkap pengacara dengan sederet prestasi dan penghargaan ini.

Dari sinilah “petualangan” baru hidup advokat yang juga Ketua Tim Hukum RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo, Jombang, Jawa Timur dimulai dan akhirnya membawanya pada mimpi besarnya menjadi seorang advokat yang handal dan sukses.

Dimata anak-anaknya, Togar Situmorang merupakan figur ayah yang sangat mencintai keluarga. Perhatiannya terhadap putra dan putrinya juga istri dan orang tua, sangat luar biasa.

“Rasa cinta bapak terhadap saya itu sangat luar biasa. Jadi bapak itu adalah seorang pahlawan dari pertama saya bisa buka mata sampai nanti ya mungkin sampai tutup mata bapak itu tetap menjadi palawan yang bisa saya andalkan. Bapak mungkin saja bukan bapak yang terbaik di dunia cuma bapak itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan, pesan saya agar bapak selalu jaga kesehatan”, tutur anak kedua Togar Situmorang, Axl Mattew Situmorang.

Kini, Togar Situmorang merupakan salah satu advokat terbaik yang dimiliki Bali. Pamornya sebagai seorang konsultan hukum terus berkibar di Pulau Dewata, seiring prestasinya dalam beracara hingga kepedulian sosialnya terhadap sesama.

Foto: Anak kedua Togar Situmorang, Axl Mattew Situmorang.

Teman-teman dekat advokat yang aktif di berbagai organisasi itu pun berpesan agar menjalani profesi dengan benar, disiplin, dan bertanggungjawab serta sesuai aturan dan perundang-undangan.

“Kalau kita mau sukses kita jalan lurus saja”, ujar salah satu sahabatnya, Abdul Heral.

“Jagalah nama baik dari pekerjaammu, ini semuanya harus kamu pagari karena ini tidak gampang, kamu sudah berjuang untuk mencapai semua ini”, pesan Ibunda mengingatkan kepada putra sulungnya itu.

Pada akhir video biography itu, Togar Situmorang menyatakan bahwa hidup ini kita harus selalu berserah diri dan pasrah kepada Tuhan.

“Kita selalu mohon campur tangan Tuhan sehingga tidak ada hal yang mustahil dan yakinlah percayalah, semuanya akan indah pada waktunya”, tutup Togar Situmorang mengakhiri video biography-nya. (red)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *