Gerai Baca Frontier, Kampanyekan Tolak Babat Mangrove Untuk Jalan Penghubung Hub Pelindo Benoa

Badung, Bali978 Views

Badung (Penabali.com) – Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (FRONTIER) Bali menggelar Gerai Baca dalam event Barberbagi yang diselenggarakan oleh Komunitas Toekang Cukur Bali dalam rangka memperingati 4 tahun aniversary komunitas tersebut. Kegiatan ini berlokasi di Warung Tegan Desa Kapal, Badung. Dimana nampak dalam Gerai Baca tersebut terbentang berbagai kalimat-kalimat serta ilustrasi mengenai penolakan terhadap pembabatan hutan Mangrove untuk Jalan Penghubung Hub Pelindo Benoa.

I Wayan Sathya Tirtayasa, selaku Kepala Divisi Agitasi dan Propaganda FRONTIER Bali menjelaskan bahwa dalam lapakan Gerai Baca Frontier kali ini selain adanya lapakan berbagai jenis buku juga dipertontonkan berbagai hasil karya seperti poster, lukisan, dan karya tulis yang berhubungan dengan mempertahankan Hutan Mangrove dari gempuran proyek ekstraktif perusak alam. “Ini merupakan wujud kampanye pentingnya menjaga kawasan hutan Mangrove, “. Jelasnya

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa kegiatan Gerai Baca yang dilakukan Frontier Bali kali ini merupakan wujud solidaritas dan keprihatinan akan keadaan lingkungan alam Bali terutama pesisir selatan. Hektaran hutan Mangrove terancam lantaran adanya proyek Jalan Penghubung BMTH Hub Pelindo Benoa yang akan membabat hutan Mangrove. Dirinya juga mengungkapkan agar kepada Pemerintah Provinsi Bali yakni PJ Gubernur Bali mensanksi tegas Pelindo III Benoa karena lagi-lagi ingin membabat Mangrove dimana sebelumnya secara track record proyek Reklamasi Pelindo III Benoa telah mematikan 17 hektar Mangrove yang sampai saat inipun belum jelas apa langkah konkrit untuk mengembalikan luasan hutan Mangrove yg mati. “Sanksi tegas Pelindo III Benoa”. Tegasnya

Ketua Panitia Acara, Yogiswara Candra Saat ditanya mengenai kerusakan lingkungan akibat proyek perusak alam dirinya mengatakan apapun yang mengakibatkan kerusakan alam pihaknya juga sangat menolak serta mengecam hal tersebut. “Apapun yang berhubungan dengan kerusakan alam kita khususnya di Komunitas Toekang Cukur Bali sangat menolak”, Ungkapnya.

Selain itu dalam kegiatan Gerai Baca kali ini yang bertepatan dengan Hari HAM Internasional tak lupa juga terpampang gambar Haris dan Fatia dimana gambar tersebut juga merupakan sebuah solidaritas untuk para pejuang HAM yang dibungkam oleh Negara. “Selain kampanye lingkungan, kami juga bersolidaritas untuk Haris dan Fatia para pejuang HAM”. Tandas Sathya Tirtayasa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut dimeriahkan juga oleh penampilan beberapa band musik salah satunya Raja Band. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *