Pentas Seni Budaya Kelurahan Sumerta Ke-2

Bali, Event, Seni27 Views

Jadi Ajang Kreatifitas Masyarakat Dalam Pelestaraian dan Pengembangan Budaya

 

 

Denpasar. Dalam rangka meningkatkan sekaligus melestarikan seni dan budaya Bali, Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur kembali menyelenggarakan kegiatan Pentas Seni Budaya ke-2 yang diikuti 7 lingkungan/banjar di Kelurahan Sumerta. Kegiatan ini dibuka Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan, ditandai dengan pemukulan kendang, Sabtu (8/12) di Banjar Abian Kapas Tengah Kecamatan Denpasar Timur.

Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan sangat mengapresiasi serta menyambut baik kegiatan ini terlebih melibatkan peran serta para generasi muda sebagai penerus seni dan budaya Bali. Selain itu kegiatan seperti ini juga untuk menggali potensi serta meningkatkan terus kreatifitas yang dimiliki masing-masing generasi muda kita saat ini.

“Dari kegiatan ini kami berharap para generasi muda kita saat ini bisa mempertahankan tradisi seni dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur yang terdahulu. Selain itu dari kegiatan ini diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis antara satu dengan yang lain,” kata Puspawan.

Camat Puspawan berharap dari ajang pelaksanaan pentas seni dan budaya ini akan muncul bibit-bibit pelaku seni sehingga kedepannya bisa kelak mewakili Kelurahan Sumerta pada lomba seni di tingkat kota maupun provinsi.

Sementara itu Lurah Sumerta I Made Tirana didampingi Ketua Panitia Pentas Seni dan Budaya I Made Mudra, mengatakan yang terpenting dari kegiatan ini adalah generasi muda saat ini harus mampu mempertahankan serta melestarikan seni dan budaya yang dimiliki. Selain itu pihaknya sangat mendukung program Pemerintah Kota Denpasar sesuai dengan visinya yakni Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan menuju Keharmonisan.

“Kedepan kegiatan seperti ini akan terus berlanjut sehingga akan muncul bibit-bibit seni untuk selalu bisa menjaga serta melestarikan seni dan budaya Bali yang adhi luhung ini,” kata Tirana.

Lebih lanjut Ia mengatakan sesungguhnya generasi muda merupakan benteng terakhir dari seni dan budaya itu sendiri. Maka dari itu pihaknya berharap agar para generasi muda itu bisa selalu bersatu guna melestarikan seni dan budaya Bali yang diimbangi dengan kreatifitas sehingga secara otomatis masyarakat ikut berperan dalam hal pelestarian budaya.

Adapun lomba pentas seni dan budaya ke-2 ini meliputi lomba Mekendang Tunggal, Tari Mregapati, dan Macepat yang diikuti tingkat SD dan SMP. Pemenang lomba disediakan hadiah berupa piala dan piagam serta uang pembinaan dari panitia. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *