Categories Bali Berita Buleleng

Safari Kesehatan Gratis oleh Dekorda Puskor Hindunesia Buleleng : Peduli Kesehatan Umat dan Masyarakat

Singaraja ( Penabali.com) – Ketua Dekorda Puskor Hindunesia Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG, menegaskan komitmen organisasi untuk terus turun langsung ke masyarakat melalui program safari kesehatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nyata misi Dekorda Puskor Hindunesia dalam memberikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para sulinggih, pemangku, sarati banten, serta masyarakat luas.

“Sebagai organisasi non-profit, upaya peduli kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kami. Kesehatan adalah kunci utama untuk menunjang kecerdasan dan kehidupan yang bermakna,” jelas Dr. Ketut Putra Sedana.

Safari kesehatan ini juga diikuti dengan dorongan untuk pasraman agar membuat model taman bacaan mini layaknya perpustakaan, yang tidak hanya berisi buku-buku pendidikan tetapi juga nilai-nilai tatawa yang menjadi dasar kehidupan beragama dan kecerdasan masyarakat. Melalui pasraman suci, vibrasi positif dan nilai-nilai agama terus dipancarkan dan disebarkan demi kesejahteraan umat.

Konsep Tri Hita Karana yang menjadi filosofi dasar kegiatan ini mengajarkan pentingnya harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sekitar. “Kesehatan yang harmonis adalah cerminan kebahagiaan yang dapat diwujudkan jika kita mampu memperbaiki penyebab penyakit yang ada,” tambah Dr. Putra Sedana.

Selain pemeriksaan kesehatan, Dekorda Puskor Hindunesia juga menyumbangkan buku-buku bacaan tatawa keumatan untuk memperdalam pemahaman umat Hindu terhadap nilai-nilai agama yang mereka anut.

Salah satu tokoh pasraman Kapilawastu Seririt, Ida Pandita Mpu Putra Nabe Dwijikerta, menyambut antusias kehadiran safari kesehatan kali ini. Program safari kesehatan ini bukan yang pertama kali dilakukan, namun setiap pelaksanaannya selalu memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat luas di Buleleng.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu, terutama karena sebagian besar pemangku berusia di atas 40 tahun. Kami berharap program ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak anggota pasraman. Pasraman Kapilawastu sendiri telah berdiri sejak 2022 dan kini memiliki lebih dari 200 anggota,” ujarnya.

Komitmen Dekorda Puskor Hindunesia Buleleng untuk terus hadir dan peduli diharapkan dapat menginspirasi organisasi lain untuk melakukan hal serupa demi kesehatan dan kesejahteraan umat. (ika)