Categories Bali Berita Buleleng

KPU Buleleng Sosialisasikan Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula di SMAN 2 Gerokgak

Singaraja ( Penabali.com) – Meningkatnya jumlah pemilih pemula pada pemilu mendatang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas demokrasi. Menyikapi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan bagi pemilih pemula di SMAN 2 Gerokgak, Rabu (28/1).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang merupakan perwakilan dari OSIS, Pramuka, dan Palang Merah Remaja (PMR). Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran serta literasi demokrasi di kalangan pelajar sebagai calon pemilih pada pemilu mendatang.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, menyampaikan bahwa siswa kelas X dan XI merupakan kelompok strategis pemilih pemula yang perlu dibekali pemahaman sejak dini. Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar generasi muda mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab saat telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Ia menegaskan bahwa pemilih pemula akan memiliki peran signifikan pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan menjadi kebutuhan mendasar agar generasi muda tidak bersikap apatis maupun keliru dalam menentukan pilihan pemimpin di masa depan.

Lebih lanjut dijelaskan, tidak menggunakan hak pilih pada hakikatnya dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat secara luas. Seluruh proses penyelenggaraan pemilu hingga kebijakan yang dihasilkan oleh pejabat terpilih berkaitan erat dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak masyarakat, termasuk kontribusi generasi muda. Dengan demikian, penggunaan hak pilih menjadi bagian penting dari tanggung jawab warga negara.

Selain penguatan kesadaran demokrasi, materi sosialisasi juga mencakup aspek teknis kepemiluan. Di antaranya mengenai pihak-pihak yang dipilih dalam Pemilu dan Pilkada, jumlah surat suara yang diterima pemilih, serta pemahaman tentang konsep trias politika. Disampaikan pula tugas dan peran KPU, baik dalam tahapan pemilu maupun di luar tahapan.

Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan historis yang disesuaikan dengan karakter pemilih pemula. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi kuis dan tanya jawab seputar pengertian politik serta sejarah awal pelaksanaan politik di Indonesia, yang berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. (ika)