Singaraja ( Penabali.com) – Pendampingan yang dilakukan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Desa Wisata Panji, Kabupaten Buleleng, selama tiga tahun terakhir mulai membuahkan hasil. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, desa wisata tersebut kini semakin mandiri dalam mengelola potensi pariwisata sekaligus mampu menciptakan sumber-sumber ekonomi baru bagi warga.
Program pengabdian kepada masyarakat yang dimulai sejak 2022 tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Undiksha. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui semangat Diktisaintek Berdampak.
Tim Pengabdian Undiksha yang diketuai Dr. Nyoman Dini Andiani memberikan pendampingan secara bertahap kepada masyarakat. Berbagai pelatihan diselenggarakan, mulai dari bahasa Inggris praktis untuk pemandu dan pelaku wisata, pengembangan homestay berbasis masyarakat, hingga penyusunan paket wisata yang mengangkat potensi lokal.
Hasil pendampingan tersebut mulai terlihat. Saat ini Desa Wisata Panji telah memiliki 10 homestay dengan sekitar 20 kamar yang dikelola masyarakat. Keberadaan homestay itu tidak hanya mendukung kebutuhan wisatawan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi warga desa.
Dr. Nyoman Dini Andiani mengatakan keberhasilan pengembangan desa wisata tidak semata diukur dari banyaknya kunjungan wisatawan. Menurutnya, indikator utama adalah meningkatnya kemampuan masyarakat sebagai pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Keberhasilan desa wisata tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi dari kemampuan masyarakat menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (9/7).
Pendampingan juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Tulus Bakti, Komang Mariani, mengaku pelatihan yang diberikan Undiksha meningkatkan kemampuan sekaligus rasa percaya diri warga dalam melayani wisatawan.
“Pelatihan dari Undiksha membuat kami lebih percaya diri berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada wisatawan,” katanya.
Memasuki tahap berikutnya, Undiksha mendampingi masyarakat mengembangkan paket wisata berbasis potensi lokal. Paket wisata tersebut menggabungkan aktivitas pertanian, kuliner tradisional, seni budaya, serta pengalaman kehidupan masyarakat desa sehingga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata.
Perbekel Desa Panji, Made Mangku Ariawan, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Undiksha, Kemendiktisaintek, dan masyarakat. Menurutnya, pendampingan tersebut membawa perubahan nyata dalam pengelolaan desa wisata sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi ini membawa perubahan nyata bagi pengembangan Desa Wisata Panji dan membuka peluang agar masyarakat semakin mandiri,” ujarnya. (ika)

