Singaraja ( Penabali.com ) – Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan Semeton Mang Dauh (SMD) melalui program SMD Peduli. Kali ini, kegiatan bakti sosial dan safari kesehatan menyasar warga di Desa Julah dan Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Minggu (30/8/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Julah. Sebanyak 200 paket sembako dibagikan kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan. Tak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok, SMD juga menghadirkan safari kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta pemberian vitamin.
Tokoh pariwisata Buleleng sekaligus Pembina SMD, Nyoman Arya Astawa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program SMD Peduli yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
“Ini tetap program rutin SMD. SMD Peduli setiap bulan. Program berkelanjutan ini sudah dilakukan kurang lebih lima tahun,” ujar Arya.
Menurutnya, kegiatan kali ini memiliki perbedaan karena dipadukan dengan pelayanan kesehatan. Safari kesehatan tersebut mendapat dukungan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta sejumlah dokter senior yang tergabung dalam SMD, di antaranya dr. Gangga, dr. Dewa, dan dr. Edi.
Arya mengatakan pelayanan kesehatan tersebut menjadi penting karena mayoritas masyarakat yang hadir merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Dari pemeriksaan yang dilakukan, keluhan yang cukup banyak ditemukan berkaitan dengan tekanan darah dan kadar gula darah.
“Yang hadir hampir 90 persen lansia. Keluhannya kebanyakan tensi dan gula darah,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, kegiatan di Julah dan Pacung juga melibatkan lebih dari 100 anggota SMD dari berbagai wilayah Kabupaten Buleleng. Perwakilan SMD yang hadir berasal dari sejumlah wilayah, seperti Penjarakan, Pemuteran, Sepang, Seririt, Patemon, Banjarasem, Panggung Paruk.
Menurutnya, kegiatan SMD Peduli bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari komitmennya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap gerakan tersebut ke depan dapat menjangkau seluruh desa di Kabupaten Buleleng.
“Harapan, impian adalah bisa menyasar di semua desa yang ada di Buleleng,” katanya.
Mang Dauh mengaku ingin memanfaatkan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang.
Ia menyebut dirinya lahir dari keluarga sederhana. Karena itu, apa yang dimilikinya saat ini dianggap sebagai sebuah titipan yang semestinya dapat dikembalikan dalam bentuk manfaat bagi masyarakat.
“Bagaimana hidup kita bisa bermanfaat buat orang banyak. Apa yang kita punya ini hanya titipan,” ujarnya.
Kepedulian Arya terhadap masyarakat Buleleng bukan hal baru. Kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dibiayai dengan dana pribadi tersebut telah dilakukan selama belasan tahun, menyasar masyarakat yang membutuhkan dari wilayah barat hingga timur Buleleng.
“Peduli dengan masyarakat yang termarjinalkan. Jangan cuma karena politik ada hadir di tengah masyarakat,” tegasnya. (ika)

