Denpasar (Penabali.com) – DPRD Provinsi Bali menggelar Rapat Paripurna ke-47 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan perjalanan panjang Provinsi Bali, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat komitmen menjaga identitas, budaya, serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” diangkat sebagai pesan utama peringatan. Tema ini mengandung makna ketulusan dan keikhlasan dalam berkarya serta mengabdi demi mewujudkan kejayaan Bali.
Melalui sambutan pimpinan rapat, peringatan hari jadi provinsi diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Bali untuk terus menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan, serta kondisi sosial kemasyarakatan.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Bali memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Warisan tersebut tercermin dalam tradisi, seni, budaya, naskah lontar, hingga nilai Sad Kerthi yang menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan di Bali.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, serta menjalankan tanggung jawab sesuai peran masing-masing. Ketulusan dalam bekerja dan pengabdian dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kewibawaan serta kejayaan Bali di tengah perkembangan zaman.
Makna tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” juga disampaikan melalui pembacaan sloka oleh Putu Majesta Aryesti Maisadipta. Dalam pesan yang dibacakan, ketulusan digambarkan sebagai landasan dalam setiap langkah pengabdian, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan tanah kelahiran.
Pesan tersebut turut mengingatkan bahwa kejayaan Bali tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimiliki saat ini, melainkan juga oleh warisan yang mampu dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang. Adat, budaya, seni, serta nilai-nilai luhur leluhur menjadi bagian penting yang perlu terus dirawat bersama.
Rangkaian acara juga memberikan ruang apresiasi terhadap prestasi generasi muda di bidang seni dan budaya. Putu Majesta Aryesti Maisadipta tercatat meraih Juara I membaca sloka berpasangan kategori anak-anak putri dalam Lomba Utsawa Dharmagita Kabupaten Badung Tahun 2026.
Selain itu, Ni Made Dwi Sari Candradita dan Ni Made Niesa Sri Rahmadhisa yang bertugas sebagai penabuh gender turut mendapat apresiasi atas prestasi Juara I Gender Wayang anak-anak dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2026.
Keterlibatan generasi muda dalam rangkaian peringatan tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan seni budaya Bali sejak dini.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali ini, DPRD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian. Dengan menjaga warisan leluhur serta membangun daerah berlandaskan ketulusan, Bali diharapkan mampu mempertahankan jati dirinya sekaligus melangkah menuju masa depan yang lebih baik. (rls)

