Categories Berita Denpasar

Menuju Green Port, Pelindo III Kembali Hijaukan Kawasan Mangrove Pesisir Pelabuhan Benoa

Setelah penanaman 50 ribu bibit mangrove tahap pertama di bulan Januari 2019 lalu, PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) di pelabuhan Benoa kembali melakukan penanaman 50 ribu bibit mangrove di wilayah pesisir Kawasan Pelabuhan Benoa, Senin (29/2019). Pelindo III terus mewujudkan komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Luas lahan yang kita tanam di taha kedua ini sekitar 3-4 hektar,” ujar CEO Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra, saat diwawancarai awak media usai penanaman.

Eka Saputra menjelaskan, Pelindo III telah mendapatkan rekomendasi dari Puslitbang Hutan Bogor atas sejumlah spesies mangrove yang cocok ditanam di wilayah pesisir Pelabuhan Benoa diantaranya jenis Mukronata, jenis Bulgoera, dan jenis Apikulata dan dalam pelaksanaanya Pelindo III menggandeng UPTD Tahura Ngurah Rai Denpasar dalam mendampingi, mengawasi dan memonitoring tumbuh kembang mangrove.

“Pada tahap pertama bulan Januari lalu mangrove yang kami tanam hidup 95 persen. Nah di tahap kedua ini kita berharap mangrove yang kita tanam bisa tumbuh kembang lebih baik lagi,” ucap pejabat dari Bangli ini.

Dijelaskan juga, penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian agenda penghijuan area pesissir Pelabuhan Benoa meneruskan penanaman mangrove tahap I yang telah dilaksanakan 23 Januari 2019 bersama elemen masyarakat dan lintas institusi diantanya unsur pemerintah provinsi Bali yakni Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, KSOP Pelabuhan Benoa, Distrik Navigasi Pelabuhan Benoa, Polisi Air, Imigrasi, Bea Cukai, Camat Denpasar Selatan, Lurah Pedungan, serta dari pemangku adat setempat seperti Kelihan Adat dan Dinas Banjar Sanggaran, dan lainnya.

Eka Saputra menegaskan, komitmen Pelindo III untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau tak pernah surut.

“Dari awal saya sudah menyampaikan bahwa Pelindo III berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada penanaman perdana Januari lalu, Selain menanam, Pihaknya telah menugaskan tim untuk melaksanakan perawatan dan pengawasan agar bibit bakau yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Bakti lingkungan ini juga menuju pengembangan Pelabuhan Benoa yang clean dan green.

Foto: Ketua Umum BIPPLH Bali Komang Gede Subudi (kiri), dan CEO Regional Bali Nusa Tenggara I Wayan Eka Saputra (kanan).

“Pada penanaman tahap kedua dan tahap selanjutnya akan kami teruskan hingga wilayah sekitar pesisir pantai semakin hijau sekaligus menuju Pelabuhan Benoa sebagai green port,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Vp Corporate Communication Pelindo III, Wilis Aji menyampaikan Pelindo III telah menyiapkan area satu hektar untuk pembangunaan lokasi upacara melasti sebagai bentuk penghormatan terhadap Krama Bali.

“Amdal untuk pembangunan lokasi upacara melasti sudah kami siapkan, saat ini sedang persiapan proses pembangunannya,” jelas Wilis Aji.

Sementara itu, aktivitas lingkungan yang juga Ketua Umum BIPPLH Bali Komang Gede Subudi, menyatakan sangat mendukung langkah Pelindo III untuk kembali menghijaukan kawasan Pelabuhan Benoa sehingga kedepannya akan tercipta pemandangan yang hijau dan sejuk. Terpenting lagi, dapat mengembalikan ekosistem bakau.

“Saya apresiasi langkah Pelindo III untuk menghijaukan kembali kawasan pelabuhan, kita harapkan mangrove akan tumbuh dengan baik demi kelangsungan alam lingkungan,” ucap Subudi.

Tak banyak diketahui masyarakat umum, bahwa Pelindo III di area pesisir Benoa wilayah barat jalan dan pintu masuk Pelabuhan Benoa telah mengembangkan area konservasi hutan mangrove seluas lebih dari 18 hektar. Pengembangan tersebut telah dipersiapkan Pelindo III di Benoa sebagai gerbang laut masuknya turis mancanegara ke Bali, tidak bisa dilepaskan dari pelestarian lingkungan sekitar pelabuhan.

Dalam industri pelayaran pariwisata kapal pesiar, tentunya selain faktor keamanan yang harus kondusif, faktor kelestarian lingkungan sekitar pelabuhan juga menjadi perhatian. Karena sangat mempengaruhi kualitas kesehatan dan keindahan pelabuhan itu sendiri. Karena itu Pelabuhan Benoa terus dikembangkan dengan konsep pelabuhan ramah lingkungan (green port), agar bisa berkelanjutkan dalam memberikan manfaat ekonomi ke masyarakat dan pariwisata Bali. (red)