Singaraja, (Penabali.com) – Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa kembali dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari Fraksi PDI Perjuangan, Wayan Soma Adnyana. Ia menggelar pelatihan pembuatan olahan talas dan telur asin bagi kalangan lanjut usia (lansia) dari Desa Penglatan dan Desa Jinengdalem, Selasa (17/2).
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah konkret mendorong tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan keripik talas dan telur asin dengan pendampingan instruktur. Seluruh bahan baku dan peralatan telah disiapkan panitia guna memastikan pelatihan berjalan efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Wayan Soma Adnyana menegaskan bahwa lansia memiliki potensi besar untuk tetap produktif. Menurutnya, keterampilan sederhana seperti mengolah talas dan telur asin dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga apabila dikelola dengan baik.
“Kegiatan ini kami tujukan untuk ibu-ibu lansia yang masih aktif dan ingin berkegiatan produktif. Usaha ini tidak rumit, modalnya terjangkau, dan bahan bakunya tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, talas merupakan komoditas yang mudah ditanam dan tidak memerlukan lahan khusus. Bahkan, tanaman ini bisa dibudidayakan di sela-sela tanaman lain. Masa tanamnya relatif singkat, sekitar enam bulan, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat desa.
Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai peluang beternak bebek sebagai penunjang produksi telur asin. Dengan ketersediaan bahan baku sendiri, rantai produksi dinilai akan lebih efisien dan berkelanjutan.
Anggota Komisi II DPRD Buleleng tersebut berharap pelatihan ini menjadi awal lahirnya UMKM baru yang mampu mengangkat produk olahan lokal ke pasar yang lebih luas. Ia juga mendorong pemerintah daerah agar memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan lanjutan, perizinan, hingga fasilitasi pemasaran.
“Kita harus mulai menghargai dan memaksimalkan potensi daerah sendiri. Jika produk lokal dikelola dengan serius dan diberi ruang, saya yakin mampu bersaing,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, ia optimistis pemberdayaan lansia tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.(uka)

