Bangli (Penabali.com) – Pengalaman hampir tiga dekade di bidang pengolahan batu alam menjadi bekal bagi I Nengah Mudiarsa untuk membangun usaha sendiri. Berawal sebagai pekerja, Mudiarsa kini menjalankan usaha batu alam di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Kabupaten Bangli, dengan memanfaatkan dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Mudiarsa mulai mengenal dan menekuni pekerjaan batu alam sejak 1995. Selama bertahun-tahun, ia bekerja pada orang lain sebelum memutuskan membuka usaha secara mandiri pada akhir 2012.
Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami karakter berbagai jenis batu alam, termasuk proses pengolahannya hingga menjadi produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan bangunan.
“Dari tahun 1995 memang kerja batu alam. Dulu ikut orang,” ujar Mudiarsa.
Seiring waktu, usaha yang dijalankannya berkembang dan kini melibatkan sekitar 10 pekerja. Sebagian tenaga kerja tersebut berasal dari lingkungan sekitar tempat usahanya, sehingga keberadaan usaha Mudiarsa turut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari kebutuhan untuk rumah tinggal, elemen bangunan, hingga pagar berbahan batu alam. Harga produk disesuaikan dengan jenis batu, ukuran, serta kualitas material yang digunakan.
Untuk sejumlah produk, harga dapat dimulai dari sekitar Rp5,5 juta per unit dan meningkat hingga puluhan juta rupiah tergantung spesifikasinya. Sementara untuk pagar berbahan batu alam, harganya berada di kisaran Rp3,5 juta per meter.
Menurut Mudiarsa, penggunaan batu alam masih memiliki pasar tersendiri. Material tersebut banyak digunakan untuk rumah tinggal maupun bangunan yang mengusung konsep tertentu. Selain itu, permintaan juga datang dari sektor akomodasi pariwisata di Bali.
Dalam menjaga keberlangsungan sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya, Mudiarsa memanfaatkan fasilitas KUR BRI sebagai tambahan modal. Pembiayaan tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan usaha yang terus berkembang.
“Kalau sekarang dapat KUR sekitar Rp150 juta,” kata Mudiarsa.
Ia menilai tambahan modal memberikan ruang lebih besar dalam mengelola usaha. Dengan dukungan pembiayaan, kebutuhan operasional tidak sepenuhnya bergantung pada perputaran dana dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya.
Di sisi lain, Mudiarsa juga berusaha menjaga keberlangsungan pekerjaan bagi tenaga kerja yang selama ini membantunya. Jumlah pekerja disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas usaha agar kegiatan bisnis tetap dapat berjalan secara sehat.
Tidak hanya mendorong pekerjanya untuk bekerja di sektor batu alam, Mudiarsa juga mengajak mereka memanfaatkan waktu dan sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan usaha produktif lainnya di rumah, salah satunya peternakan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga para pekerja.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan dukungan permodalan menjadi salah satu aspek penting dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Menurut Hery, akses pembiayaan melalui KUR diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kegiatan operasional, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Kami melihat banyak pelaku UMKM di Bali yang memiliki potensi untuk terus berkembang, namun membutuhkan dukungan permodalan agar dapat meningkatkan skala usahanya. Melalui KUR, BRI berupaya memberikan akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya, sehingga tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.
Perjalanan Mudiarsa membangun usaha batu alam menunjukkan bagaimana pengalaman dan keterampilan dapat menjadi modal awal untuk membangun bisnis secara bertahap. Dukungan tenaga kerja lokal serta akses pembiayaan kemudian menjadi bagian dari proses pengembangan usaha tersebut.
Bagi Mudiarsa, keberadaan modal yang cukup tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan usaha, tetapi juga memberikan keleluasaan untuk melihat peluang dan menjaga keberlangsungan pekerjaan bagi orang-orang yang bergantung pada usahanya. (rls)

