BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), satu dari tiga BPR di Indonesia menjalin kolaborasi pendanaan bersama untuk mendanai UMKM di Indonesia. Dua BPR lainnya yaitu PT BPR Varia Centralartha (Bank Varia), dan PT BPR Bekasi Binatanjung Makmur (BPR BBTM).
Ketiga BPR ini bersinergi dengan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dengan menandatangani kerja sama yang dilakukan Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya, Direktur Utama Bank Varia, Paulus Rasubala, Direktur Utama BPR BBTM, Hiras Lumban Tobing, dan Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba.
Bentuk kerja sama ini adalah pendanaan bersama atau yang biasa disebut kredit sindikasi, dimana keempat pihak bersama-sama mengumpulkan dana untuk membiayai peminjam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sistem kredit sindikasi atau pendanaan bersama dijalankan ketika nilai pinjaman yang diajukan peminjam terlalu besar untuk dibiayai satu bank atau satu institusi keuangan. Jadi beberapa institusi keuangan secara kolektif mendanai pinjaman tersebut. Kolaborasi bentuk ini adalah yang pertama diantara suatu bank dan platform teknologi finansial (FinTech) di Indonesia. Partnership ini menunjukkan bahwa FinTech memperkaya ekosistem keuangan Indonesia.
Tak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat dan usaha kecil yang underserved, kolaborasi FinTech dengan institusi finansial seperti bank pun dapat melengkapi layanan yang diberikan bank. Perluasan akses pendanaan bagi UMKM akan mendukung inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Semakin tinggi inklusi keuangan serta lapisan masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan dan jasa keuangan, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan bank. Kerja sama ini membuktikan bahwa FinTech dan bank bisa berjalan beriringan dengan visi yang sama, yaitu memperkuat perekonomian Indonesia melalui pengembangan UMKM lokal. Kerja sama ini sesuai dengan nilai gotong royong yang menjadi bagian dari model bisnis Modalku. Kolaborasi antara FinTech dengan BPR dalam menyalurkan pinjaman ke UMKM ini juga mendukung arahan dari OJK serta Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI),” jelas Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku.
Kerja sama ini telah memungkinkan Modalku untuk menjangkau lebih banyak pengguna, tidak terbatas pada wilayah operasional Modalku. Reynold menambahkan, timnya mempercayai BPR sebab mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat di daerah-daerah operasionalnya. BPR lebih mengenal karakteristik UMKM di daerah masing-masing, yaitu Bekasi bagi Bank Varia dan BPR BBTM dan Bali bagi BPR Kanti.
“Mewakili BPR, kami tentunya bersemangat bisa bekerja sama dengan Modalku yang sudah memiliki track record sangat baik. Kami dari BPR terus berkomitmen untuk melayani nasabah peminjam sebaik mungkin. Dalam hal ini, dengan bekerja sama dengan FinTech, penilaian kredit juga menggunakan data alternatif dan proses digital sehingga keputusan kredit didasarkan informasi yang lebih menyeluruh. Ke depannya, kami dan pihak Modalku berharap dapat terus berkolaborasi, mungkin dalam bentuk kerja sama yang lain,” kata Paulus Rasubala, Direktur Utama Bank Varia.
Kolaborasi ini tak hanya berdampak bagi peminjam Modalku, tapi juga pemberi pinjaman platform. Pengawasan yang dilakukan terhadap peminjam dilakukan secara bersamaan oleh kedua pihak (Modalku dan BPR), sehingga tingkat risiko bisa lebih diperhitungkan dan analisis usaha yang dilakukan semakin komprehensif. (red)

