Badung (Penabali.com) – Pemerintah Desa Cemagi, Kabupaten Badung, menggandeng Polda Bali, Polsek Mengwi, dan penyedia teknologi Pixel Solusindo untuk memperkuat sistem keamanan kawasan desa wisata. Kolaborasi ini dilakukan melalui program “Wirasa Cemagi Zero Kriminal” yang menggabungkan patroli petugas dengan pemanfaatan kamera pengawas pintar berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Program tersebut memadukan Sistem Pengamanan Terpadu (Si Pandu) dengan jaringan Smart CCTV AI yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, termasuk akses masuk desa dan kawasan aktivitas pariwisata. Integrasi ini diharapkan membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan.
Perbekel Desa Cemagi, I Putu Hendra Sastrawan, mengatakan keamanan dan kenyamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus melindungi masyarakat setempat.
Menurut Hendra, Pemdes Cemagi telah mengaktifkan Si Pandu sejak 1 Januari 2026. Sistem tersebut melibatkan unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Pecalang atau Bankamda dari lima desa adat di wilayah Cemagi.
“Sebagai salah satu destinasi desa wisata unggulan di Kabupaten Badung, keamanan dan kenyamanan adalah fondasi utama. Karena itu, sejak 1 Januari 2026 kami mengaktifkan Si Pandu yang beranggotakan unsur Linmas serta Pecalang (Bankamda) dari lima desa adat di Cemagi. Petugas berjaga 22 jam sehari terbagi dalam tiga shift,” ungkap Hendra saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).
Pengamanan secara langsung tersebut kini dilengkapi teknologi CCTV pintar dari Pixel Solusindo atau CV Cipta Kreasitama. Kamera dipasang untuk membantu pemantauan situasi di titik-titik yang dinilai strategis bagi keamanan warga maupun aktivitas pariwisata.
Berbeda dengan kamera pengawas konvensional, Smart CCTV AI yang digunakan di Desa Cemagi memiliki sejumlah fitur analitik, seperti deteksi manusia dan kendaraan, pemantauan zona tertentu, serta pengiriman notifikasi secara langsung.
Melalui fitur tersebut, sistem dapat membantu mengidentifikasi objek yang terdeteksi dan memberikan informasi awal apabila muncul indikasi gangguan keamanan. Informasi ini dapat menjadi bahan bagi petugas Si Pandu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan jajaran Polsek Mengwi untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.
Managing Director Pixel Solusindo, I Putu Gede Arsa Pradnyana, menyampaikan bahwa teknologi pengawasan kini tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menganalisis situasi dan mendukung respons yang lebih cepat.
Sementara itu, Chief of Marketing Officer (CMO) Pixel Solusindo, I Putu Eka Hendrayana, menjelaskan bahwa penerapan sistem tersebut didukung prosedur operasional standar atau Standard Operating Procedure (SOP) serta pengujian kualitas melalui Quality Assurance (QA). Dukungan layanan Managed Services juga disiapkan untuk menjaga keberlangsungan operasional sistem.
Menurut materi yang disampaikan, penerapan pengamanan terpadu tersebut turut diikuti minimnya laporan gangguan keamanan dari Desa Cemagi yang masuk melalui layanan Call Center 110 Polri.
Kolaborasi Pemdes Cemagi dan Pixel Solusindo mendapat dukungan dari Polda Bali. Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Bali, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., M.Han., menilai pemasangan CCTV di lingkungan permukiman dan ruang publik dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengantisipasi tindak kejahatan.
“Pemasangan CCTV di area pemukiman maupun ruang publik merupakan langkah preventif awal yang sangat efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Polda Bali sangat mendukung pemanfaatan Smart CCTV AI yang mampu mendeteksi potensi gangguan secara real-time sekaligus terintegrasi dengan pemantauan Command Center dan layanan Call Center 110 Polri Presisi,” ujar Suwandi melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/10/2026).
Ke depan, Pemdes Cemagi bersama kepolisian juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) untuk memasang CCTV secara mandiri di tempat usaha maupun hunian masing-masing.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pengawasan di wilayah Desa Cemagi yang mencakup sekitar 268 hektare kawasan hijau. Dengan keterlibatan pemerintah desa, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat, sistem pengamanan diharapkan dapat berjalan lebih menyeluruh dalam mendukung kenyamanan warga serta wisatawan. (rls)

