Categories Event Nasional

Dharma Santi Nasional Nyepi 2022, Wujud Dukungan Umat Hindu Aktualisasikan Tat Twam Asi Beragama Menuju Indonesia Tangguh

Jakarta (Penabali.com) – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 sebagai bentuk rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dan juga sebagai wujud dukungan pada program-program pemerintah sesuai tema “Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi dalam Moderasi Beragama Menuju Indonesia Tangguh”.

Pemilihan tema ini sejalan dengan rencana pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencanangkan tahun 2022 ini sebagai Tahun Toleransi agar Indonesia menjadi barometer kerukunan umat beragama di dunia.

Ketua Umum Panitia Perayaan Nyepi 1944, Brigjen TNI Putra Widiastawa di Jakarta, Sabtu (19/3/2022), menjelaskan rangkaian kegiatan akan diawali bakti sosial pelaksanaan vaksin booster massal untuk umum pada hari Minggu 20 Maret 2022 bertempat di Pura Kertajaya Tangerang. Baksos ini merupakan kerjasama Panitia Dharma Shanti Nasional PHDI Pusat dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Yayasan Vidya Kertaya, dan PHDI Provinsi Banten serta RS Mayapada (untuk Cek Gula Darah Gratis).

Berikutnya, adalah pelaksanaan Simakrama Kebangsaan bertempat di Pura Gunung Salak, yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2022. Kegiatan ini merupakan kerjasama Panitia Dharma Shanti Nasional dengan Kampus STAH DN Jakarta dan MPR RI.

Acara selanjutnya adalah bakti sosial, berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Jabodetabek, yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu, 4 April 2022 bertempat di Wantilan Pura Rawamangun, Jakarta Timur.

Kemudian sebagai puncak acara dalam rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi 1944 adalah Dharma Shanti Nasional Nyepi Tahun Saka 1944 Tahun 2022, yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Minggu 10 April 2022.

“Dharma Santi Nasional adalah salah satu upaya umat Hindu dalam mendukung program pemerintah yaitu mewujudkan toleransi dan moderasi beragama, demi tercipta kehidupan yang rukun dan damai, sebagai landasan untuk mencapai Indonesia Tangguh,” jelas Putra Widiastawa.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum Panitia, Komang Koheri juga menyampaikan harapannya agar rangkaian acara Nyepi 1944 dapat meningkatkan kualitas Sradha (keimanan) dan Bhakti (ketaqwaan) umat Hindu, sebagai perwujudan pengamalan Dharma Agama dan Dharma Negara, serta meningkatkan pengendalian diri dan merajut keberagaman dalam kebersamaan antara warga bangsa melalui kehidupan beragama yang moderat, guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT), menambahkan pelaksanaan keseluruhan rangkaian acara tetap memperhatikan protokol kesehatan. WBT menyampaikan pesan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam, yang perlu dikelola agar menjadi kekuatan seperti taman yang indah justru karena adanya aneka bunga berwarna warni.

“Umat Hindu harus bisa memberi sumbangsih pemikiran, wacana, dan implementasi nyata dalam mengharmonisasikan keberagaman tersebut ke dalam sebuah orchestra kehidupan yang dapat mengalunkan nada-nada kedamaian, ketenangan, dan kerukunan antar umat. Oleh karena itu, umat Hindu harus memiliki sikap saling menghargai dan menghormati untuk merekatkan keberagaman yang kita miliki,” ungkapnya. (rls)