Jakarta (Penabali.com) – Citilink Indonesia telah membuka penerbangan internasionalnya rute Bali – Port Moresby, Papua New Guinea. Hal itu menjadi momentum tepat untuk meningkatkan konektivitas dan hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Papua Nugini.
Penerbangan internasional tersebut merupakan direct flight dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Internasional Jacksons Port Moresby, Papua Nugini.
“Ini momentum tidak hanya meningkatkan konektivitas dua negara tetapi juga mengawal dan saling menjaga kedaulatan kedua negara,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana, melalui keterangannya pada Selasa, 4 Juli 2023.
Ia mengungkapkan, selain direct flight dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Internasional Jacksons Port Moresby, ada kerja sama lain yang juga sedang dibangun kedua negara. Yaitu, Parlemen Papua Nugini telah meratifikasi RUU tentang Bebas Visa Indonesia. Sehingga, kata Supadma Rudana, Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan menuju Papua Nugini, sekarang bisa tanpa visa.
“Ratifikasi bebas visa untuk WNI ke PNG sudah diketok, disahkan dan ditandatangani,” kata Supadma Rudana.
Maka dari itu, Anggota Fraksi Demokrat dari Dapil Bali ini berharap kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Papua Nugini pada 5 – 6 Juli 2023, dapat membahas soal bebas visa untuk warga Indonesia. Sebab, Papua Nugini juga tinggal mengumumkan saja mengenai RUU bebas visa untuk Indonesia itu.
“Kunjungan Pak Presiden Joko Widodo yang ketiga kali selama beliau 9 tahun menjabat presiden, itu pantas kita apresiasi. Presiden tentu saja ingin hubungan kerja sama bilateral kedua negara ini bisa berjalan lebih baik kedepannya. Mudah-mudahan pada saat disana, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa warga Indonesia bebas visa masuk ke Papua Nugini,” ujar Legislator asal Desa Peliatan, Ubud, Gianyar ini.

Dengan begitu, kata Supada Rudana, salah satu kerja sama antar Parlemen Indonesia dengan Parlemen Papua Nugini terkait RUU Bebas Visa untuk Indonesia, sudah terwujud.
“Saya bangga karena apa yang kita usahakan 2 bulan ini terwujud. Kita harus bolak balik ke Papua Nugini pada 3 Mei – 6 Mei dan 8 – 13 Juni 2023, serta 22 Mei 2023 bertemu di Bali dengan pertemuan soft diplomasi. PNG membuka diri dengan mewujudkan bebas visa dan adanya penerbangan direct flight dari Bali – Papua Nugini. Ini sejarah bagi kedua negara,” jelas politisi yang juga penggiat seni dan budaya ini.
Dalam kunjungan bilateral kerja sama pada 3 Mei-6 Mei dan 8-13 Juni 2023, Supadma Rudana diterima Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, Penjabat Ketua Parlemen Papua Nugini, Koni Iguan, dan Acting Speaker/Plt. Ketua Nasional Parlement of Papua New Guinea (PNG), Hon Johnson Wapunai.
Oleh karenanya, menurut Supadma Rudana, momentum ini dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia dengan Papua Nugini, baik hubungan konektivitas, ekonomi, investasi, pariwisata, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
“Konektivitas akan kita dorong untuk meningkatkan segala bidang. Kita memang cukup lama absen di Papua Nugini dan negara Pasific. Saatnya sekarang, saya bangga temen-temen KADIN sudah aktif, dan tentunya kita berharap BUMN hadir disana ikut membangun investasi dan membangun berbagai hal. Karena, memang potensi dari Papua Nugini ini cukup besar,” ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal Parlemen Papua Nugini, Kala Aufa Clerk of PNG Parliament, membenarkan RUU tentang bebas visa Indonesia sudah diratifikasi.
“RUU tentang bebas visa Indonesia sudah diratifikasi, tinggal diumumkan oleh Pemerintah PNG agar pemberlakuan bebas Visa segera dilaksanakan,” pungkasnya. (rls)