Dwi Yustiawati: Punya Keindalan Alam Eksotik, Nusa Penida Cocok Jadi Lokasi Syuting Film

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merancang pembuatan Pojok Dilan yang lokasinya berada di area Gedung Olah Raga (GOR) Saparua Bandung. Pojok Dilan ini dikonsep sebagai tempat interaksi dan literasi juga film. Ide membangun Pojok Dilan terinspirasi dari kisah Dilan yang mengalir dari novel kemudian diadaptasi menjadi film. Dari sini, kemudian muncul untuk membangun Pojok Dilan sebagai ruang publik sederhana untuk meningkatkan literasi dan edukasi.

Apa yang dilakukan Gubernur Jabar yang akrab dipanggil Emil itu, memantik ide kreatif dan inovatif seorang tokoh perempuan Klungkung, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, SE. Selain sebagai ruang publik untuk literasi dan edukasi, Pojok Dilan itu juga diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang hitz dan Instagramable di Nusa Penida yang terkenal dengan banyak tempat wisata menarik dan dengan keindahan alam yang eksotik.

“Kami ingin di Nusa Penida ada semacam Taman Dilan seperti yang baru saja dibangun di Bandung. Ini bisa jadi wadah kreativitas dan aktivitas positif generasi muda, selain juga jadi objek wisata,” kata Dwi Yustiawati di Klungkung, Minggu (24/2).

Dwi Yustiawati mengatakan, taman dilan seperti yang ada di Bandung bisa diadopsi konsepnya dan dibangun di beberapa titik obyek wisata di Nusa Penida. Seperti Pasih Uug (Broken Beach), Crystal Bay, Bukit Andus (Smoky Beach), Bukit Teletubbies, Angel’s Billabong, Pantai Kelingking, Manta Bay, dan masih banyak lagi. Jika itu bisa dibangun, tentu bisa menjadi tambahan obyek wisata di pulau yang dikenal sebagai “telur emasnya Bali” ini.

“Kami juga ingin branding Nusa Penida sebagai pulau yang romantis. Island of Love in Island of Good,” harap tokoh perempuan muda cerdas dan berjiwa sosial tinggi kelahiran 11 Desember 1992 ini.

Dorongan untuk membangun semacam Taman Dilan seperti yang dibangun di Bandung Jawa Barat, sejatinya adalah cita-cita Dwi Yustiawati yang terinspirasi dari kesuksesan film “Bali: Beats of Paradise”.

“Saya rasa film adalah sarana promosi pariwisata yang sangat efektif. Film yang berlatar belakang suatu daerah atau destinasi wisata bisa menjadi semacam soft selling,” tegas Caleg DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan dapil Klungkung nomor urut 3 ini.

Ia menambahkan pengambilan syuting film romantis di suatu lokasi, akan ikut mengangkat nama daerah tersebut. “Coba kita bayangkan jika film Dilan ini misalnya syutingnya di Nusa Penida dengan latar tempat wisata eksotis Nusa Penida, maka tentu kawasan ini akan semakin terkenal”, sebutnya.

Karena itu, Dwi Yustiawati sangat berharap, Nusa Penida ke depannya bisa dipilih produser dan sutradara menjadi tempat syuting sebuah film sehingga daerah ini akan semakin mendunia. Nusa Penida punya keindahan alam yang sangat eksotik, tentu sangat cocok sebagai lokasi pengambilan gambar film.

“Saya berharap ada film berlatar belakang Nusa Penida yang bisa mendunia, dilihat miliaran juta pasang mata di seluruh dunia. Banyak keunikan Nusa Penida yang bisa diangkat jadi bumbu cerita sebuah film,” jelas istri dari tokoh masyarakat Nusa Penida, Ketut Leo ini. (red)