Categories Bali Pariwisata Tabanan

FOTO Bali Festival 2026 Catat Lonjakan Peserta, Terima Hampir 700 Karya dari 80 Negara

Tabanan (Penabali.com) – FOTO Bali Festival yang digagas oleh Nuanu Creative City dipastikan kembali digelar pada 3 Juni hingga 12 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, festival fotografi internasional ini mencatat peningkatan signifikan dari sisi partisipasi, dengan menerima 693 submisi dari fotografer yang berasal dari 80 negara dan wilayah.

Capaian tersebut menandai meningkatnya perhatian komunitas fotografi global terhadap FOTO Bali Festival sebagai salah satu ruang baru bagi praktik fotografi kontemporer dan karya berbasis lensa di kawasan Asia.

Dari total submisi yang masuk, partisipasi datang dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Oseania. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah pengirim karya terbanyak, disusul India dan Italia. Selain itu, kontribusi kuat juga datang dari fotografer di Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, serta sejumlah negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Jumlah tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dibandingkan edisi perdana pada 2025, yang saat itu menerima 247 submisi dari 29 negara. Peningkatan hampir tiga kali lipat ini dinilai menjadi indikator bahwa FOTO Bali Festival mulai mendapat tempat sebagai platform kreatif berskala internasional.

Festival Director FOTO Bali Festival, Kelsang Dolma, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa festival ini mulai dikenal luas, tidak hanya di Bali dan Indonesia, tetapi juga di komunitas fotografi global.

“Menerima submisi dari 80 negara dan wilayah pada edisi kedua merupakan sinyal kuat bahwa FOTO Bali Festival mulai beresonansi jauh melampaui Bali dan Indonesia,” ujar Kelsang Dolma.

Menurutnya, hal yang paling penting bukan sekadar pertumbuhan angka partisipasi, melainkan kualitas dan keberagaman praktik artistik yang muncul melalui proses open call. Ia menilai festival ini menjadi ruang pertemuan bagi fotografer dari beragam latar realitas yang berbeda, dan perjumpaan semacam itu merupakan inti dari festival yang tengah dibangun.

Usung Tema “Afterimage”

Pada edisi 2026, FOTO Bali Festival mengangkat tema “Afterimage”, yang mengajak para fotografer dan seniman berbasis lensa menelusuri apa yang tersisa setelah sebuah peristiwa, perubahan, atau momen berlalu.

Tema tersebut tidak hanya menempatkan fotografi sebagai medium untuk merekam momentum, tetapi juga sebagai cara membaca jejak waktu, ingatan, serta perubahan yang tetap tinggal setelah peristiwa itu selesai.

Kurator FOTO Bali Festival, Kurniadi Widodo, menyebut respons terhadap tema tahun ini melampaui ekspektasi panitia. Menurut dia, ratusan karya yang masuk berasal dari seniman yang tengah berkembang maupun yang sudah mapan, dengan ragam pendekatan visual yang memperlihatkan potensi fotografi sebagai medium ekspresi yang kuat.

Ia menjelaskan, karya-karya yang masuk menghadirkan beragam respons terhadap tema Afterimage, mulai dari refleksi personal soal sejarah dan identitas, hingga isu yang lebih luas seperti perubahan lingkungan, komunitas terdampak konflik, sampai perenungan mengenai masa depan fotografi itu sendiri.

Kurniadi menilai, karya-karya yang paling menonjol umumnya memiliki kesamaan dalam hal kedalaman keterlibatan terhadap subjek yang diangkat, baik dari sisi gagasan, cerita, maupun relasi dengan komunitas yang direpresentasikan.

Senada dengan itu, kurator lainnya, Putu Sridiniari, melihat banyak peserta memanfaatkan fotografi bukan hanya sebagai alat dokumentasi, melainkan sebagai medium yang terus membentuk makna seiring berjalannya waktu.

Menurutnya, proses kuratorial tidak semata bertumpu pada kekuatan visual tiap gambar, tetapi juga pada seberapa dalam seniman membangun relasi berkelanjutan dengan tempat, manusia, dan sejarah yang menjadi bagian dari proyek mereka.

Ia menambahkan, banyak karya yang dinilai sangat selaras dengan semangat Afterimage, di mana fotografi berfungsi sebagai cara untuk tinggal bersama jejak yang tertinggal setelah sebuah momen berlalu.

Perkuat Posisi Bali di Peta Budaya Global

FOTO Bali Festival juga disebut menjadi bagian dari ekosistem budaya yang lebih luas di Nuanu Creative City. Melalui berbagai program lintas disiplin, Nuanu mempertemukan seniman, kurator, pemikir, dan komunitas kreatif dalam ruang kolaborasi yang terbuka bagi publik.

Penyelenggaraan festival internasional seperti ini dinilai turut memperkuat posisi Bali sebagai ruang yang dinamis untuk pertukaran gagasan, eksperimen artistik, dan kerja sama lintas negara.

Dengan keterlibatan peserta dari 80 negara dan wilayah, FOTO Bali Festival 2026 sekaligus menegaskan semakin kuatnya kehadiran Bali dalam peta budaya global, khususnya sebagai titik temu bagi para praktisi visual dan komunitas kreatif dari berbagai belahan dunia.

Rangkaian FOTO Bali Festival 2026 akan berlangsung di sejumlah venue yang tersebar di kawasan Nuanu Creative City. Festival ini dijadwalkan menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran, program seniman, hingga acara publik yang mempertemukan fotografer, kurator, dan audiens dari dalam maupun luar negeri. (rls)