Front Demokrasi Rakyat (FRONTIER) Bali Merayakan Ulang Tahun ke-24 Perlawanan Terus Berkobar Walau Berusaha Dibungkam

Bali, Denpasar631 Views

Denpasar (Penabali.com) – Minggu, (10/2/204) Front Demokrasi Rakyat (FRONTIER) Bali menyelenggarakan konser musik guna merayakan hari jadi yang ke 24 tahun berdirinya organisasi gerakan mahasiswa tersebut. Selain konser musik terdapat pula pemutaran video ucapan selamat yang datang dari tokoh-tokoh masyarakat, seniman, serta beberapa aktivis di Bali.

Dalam acara tersebut, I Wayan Sathya Tirtayasa selaku Kordinator Acara menjelaskan bahwa acara tersebut sebagai bentuk memperingati hari jadi FRONTIER Bali yang ke 24 tahun, dimana dalam hal ini FRONTIER Bali sebagai organ gerakan mahasiswa senantiasa akan terus berkomitmen untuk hadir bersama masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya. “Hari jadi Ke-24 ini tentunya kami akan terus berkomitmen untuk membela masyarakat”

A. A. Gede Surya Sentana selaku Sekjen FRONTIER Bali mengungkapkan bahwa dalam perjuangan FRONTIER Bali selama 24 tahun mengadvokasi rakyat untuk menuntut haknya serta mengkritisi kebijakan Pemerintah tentu begitu banyak menapaki jalan terjal dalam perjuanganya. Mulai dari memperjuangkan Bali Tolak Reklamasi, Mengkritisi Undang-Undang KUHP dan Ciptaker, Menolak Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur, Menolak Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dan masih banyak lagi. “Selama 24 tahun kami berjuang dan akan terus berjuang,” Ungkapnya.

Lebih lanjut di usia 24 tahun ini, ia berharap bahwa FRONTIER Bali sebagai organisasi gerakan mahasiswa senantiasa menjadi wadah kritis mahasiswa sebagai agen perubahan untuk memajukan bangsa ini. Ia juga mengajak mahasiswa untuk terbangun saat ini dan sadar bahwa kekuasaan hari ini tidak baik-baik saja. Kemiskinan makin menjadi-jadi serta hegemoni kekuasaan makin melekat dalam mahasiswa yang menyebabkan mahasiswa malas untuk bergerak, sistem pendidikan makin dibungkam agar tidak melahirkan kekritisan yang menyebabkan bahaya bagi kekuasaan. “Kami harap tak hanya FRONTIER Bali yang berjuang, tapi seluruh mahasiswa kedepanya ikut juga membersamai”, tuturnya.

Terakhir ia menyerukan bahwa sebuah gerakan akan terus ada dan perlawanan terhadap kesewenangan kekuasaan akan terus berkobar walau banyak usaha kekuasaan untuk membungkam. ā€¯Gerakan takkan pernah mati untuk melawan sebuah penindasan, ” Tegasnya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *