Tepat satu tahun nasa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Pemprov Bali mendatangkan pembicara dari Kementerian Keuangan RI dalam kegiatan Sosialisasi Agen Perubahan Pemprov Bali, Kamis (5/9), di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.
Kegiatan ini memiliki makna yang strategis dalam upaya mengubah pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) ASN Pemprov Bali. Sehingga nantinya mereka diharapkan dapat meningkatkan integritas dan kinerja organisasi serta mendukung implementasi reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, responsif, berdaya guna dan berhasil guna.
“Birokrat ibarat mesin bagi pembangunan yang harus dijaga integritasnya dan ditingkatkan kinerjanya,” ujar Asisten Administrasi Umum I Wayan Suarjana, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali.
Suarjana yang didampingi Kepala Biro Organisasi Wayan Serinah menambahkan, pembentukan agen perubahan merupakan salah satu kegiatan strategis dalam mengimplementasikan Reformasi Birokrasi khususnya pada area manajemen perubahan.
“Sebagaimana kita ketahui, reformasi birokrasi merupakan salah satu program prioritas Presiden Jokowi-JK yang diturunkan dari visi Nawacita ke-2 yaitu membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya,” ucapnya.
Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu mengembangkan pemerintahan daerah yang efektif, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah. Agen perubahan merupakan rangkaian inisiatif strategis Pemprov Bali dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi pemerintah daerah.
Kegiatan yang digelar kali ini merupakan sarana pembinaan agen perubahan pada aspek pemahaman pembentukan agen perubahan, pemberdayaan agen perubahan, implementasi program manajemen perubahan, mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain, metode komunikasi, serta penajaman reformasi birokrasi.
Ia berharap para agen perubahan menjalankan proses perubahan yang terencana agar bisa berlangsung dengan baik dan dapat memberikan hasil optimal. Mereka yang hadir dalam sosialisasi diharapkan menjadi pelaku utama membantu pimpinannya menjadi pelopor dan menjadi contoh dan panutan dalam perubahan.
Pada bagian lain, Suarjana juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Central Transformation Office (CTO) Kementerian Keuangan RI atas kerjasama yang telah terbangun selama ini dalam mewujudkan good governance di wilayah Bali. (red)

