Gelontor Bantuan Alsintan Milyaran Rupiah ke Bumi Mekepung Jembrana, Gus Adhi “Seng Main-Main” Bangun Kawasan Industri Pertanian

Jembrana (Penabali.com) – Jauh sebelum menjadi Anggota Legislatif di Pusat, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra sudah sangat mencintai pertanian. Bahkan, putra dari almarhum tokoh Bali sekaligus politisi “paripurna” IGK Adhiputra itu, sempat beternak lele dan atas kegigihannya itu mengantarkannya menjadi Anggota DPR RI pada periode 2014-2019. Karena itulah, politisi asal Desa Kerobokan, Badung itu sempat mendapat julukan unik sebagai Anggota DPR RI “dagang lele”.

Ketika pada periode pertama, wakil rakyat Dapil Bali yang lebih populer disapa Gus Adhi mendapat tugas duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kelautan, perikanan dan kehutanan. Praktis, posisinya “satu jalur” dengan hobinya yang memang di bidang pertanian. Tidak sedikit bantuan-bantuan pertanian telah dibawa Gus Adhi untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian untuk mengangkat kesejahteraan.

Saat ini, Gus Adhi “pindah” tugas ke Komisi II DPR RI. Komisi yang tidak ada kaitannya dan tidak bermitra dengan bidang pertanian. Namun demikian, karena keseriusan dan klmitmen Gus Adhi yang begitu kuat untuk mengangkat pertanian dan petani Bali, Ia tetap berupaya membantu dengan membawa program dan bantuan di bidang pertanian dari Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pertanian.

Seperti pada Jumat (15/10/2021), Gus Adhi menyerahkan bantuan aspirasi puluhan unit Alsintan (alat mesin pertanian) kepada puluhan kelompok tani di Kabupaten Jembrana. Penyerahannya dipusatkan di Balai Benih Pembantu (BPP) Padi Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Alsintan yang diserahkan tersebut berupa combine harvester besar 3 unit seharga Rp.1.350.000.000, lalu concealer 12 unit seharga Rp.335 juta, power tracer 10 unit seharga Rp.280 juta, dan hand traktor 5 unit seharga Rp.200 juta.

Sebelumnya, Gus Adhi juga menurunkan bantuan untuk Demplot Subak Baluk senilai Rp.470 juta. Ada pula bantuan untuk tiga kelompok UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik) di tiga kelompok yakni di Berangbang, Baluk, Manistutu dengan nilai bantuan masing-masing Rp.200 juta. Lalu bantuan Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Candikusuma Kusuma senilai Rp.1.625.000.000.

Beberapa Alsintan yang difasilitasi Gus Adhi diserahkan kepada kelompok tani di Jembrana. (foto: ist.)

Ketua Harian Depinas SOKSI ini juga menggelontorkan bantuan bibit kelapa genjah 2.600 pohon, Kampung Buah Durian untuk dua kelompok dengan luas lahan 20 hektar. Lalu rencananya ada tiga kelompok yang akan dibantu bibit manggis, masing-masing 1.500 pohon per kelompok.

Untuk di tahun anggaran 2021 ini, Gus Adhi mampu membawa bantuan total Rp 24,6 miliar dana pusat untuk masyarakat Bali. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Jembrana memperoleh kucuran bantuan paling besar yakni total Rp.7,2 miliar untuk membangun pertanian Jembrana dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harapannya Jembrana jadi daerah industri pertanian,” tegas Gus Adhi yang juga Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali.

Wakil rakyat yang dikenal dengan slogan AMP (Amanah, Merakyat, dan Peduli) ini juga mendorong para kelompok tani penerima bantuan alsintan agar membentuk UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan) untuk menambah pundi-pundi pendapatan kelompok tani. Misalnya dari unit penyewaan jasa alsintan hingga bengkel alsintan.

Anggota DPR RI dua periode yang konsern membangun pertanian Bali ini menegaskan pihaknya akan serius membantu petani dengan pendampingan dari Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. Karenanya, Gus Adhi saat ini tengah mendata para petani yang nantinya akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

“Kita ubah dan ajak petani jadi pengusaha pertanian. Petani jangan hanya jadi tukang cangkul tapi harus jadi pengusaha pertanian,” pungkasnya. (rls)