Categories Bali Berita Buleleng

Guru PJOK SD di Buleleng Didorong Kuasai Deep Learning

Singaraja ( Penabali.com) – Guru – Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat Sekolah Dasar dari Kecamatan Buleleng diberikan Reorientasi Modul Ajar berbasis Deep Learning olehFakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kompetensi guru olahraga di era transformasi digital.

Salah satu pemateri Dr. Gede Hendri menegaskan bahwa guru PJOK perlu menerapkan growth mindset dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan murid sekolah dasar. Guru diajak untuk memahami kerangka kerja pembelajaran mendalam, mulai dari desain pengalaman belajar hingga asesmen autentik yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa.

“Workshop ini bukan hanya soal teori, tapi bagaimana guru PJOK bisa membawa semangat inovasi ke dalam kelas, bahkan dengan fasilitas terbatas. Kreativitas adalah kunci,” ujar Dr. Made Agus pada Minggu (31/8).

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kecamatan Buleleng, I Nyoman Rauh, M.Pd, menekankan pentingnya implementasi nyata dari ilmu yang diperoleh agar berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. “Guru olahraga bukan hanya pengajar keterampilan fisik, tetapi juga pembentuk karakter generasi masa depan yang sehat dan tangguh,” tegasnya.

Ketua Pelaksana, Dr. Made Agus Wijaya, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi guru PJOK untuk memperkaya wawasan sekaligus keterampilan dalam merancang pembelajaran yang inovatif. Ia menegaskan, keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi hambatan, melainkan pendorong lahirnya kreativitas dan inovasi dari guru PJOK yang hebat.

“Dengan jumlah guru PJOK SD yang tersebar di Buleleng mencapai ratusan orang, kegiatan seperti ini dinilai sangat strategis. Ini bukan hanya soal peningkatan profesionalisme, tapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat mutu pendidikan jasmani di sekolah dasar,”tutupnya. (ika)