Jangan Khawatir! Potong Bersyarat pada Sapi PMK Dapat Kompensasi Dana dari Pusat

Buleleng (Penabali.com) – Danrem 163/Wira Satya, Brigjenl TNI Choirul Anam bersama Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., menyepakati sebanyak 62 ekor sapi yang belum dieksekusi akan segera dilakukan pemotongan bersyarat dan pemilik hewan ternak dipastikan akan mendapat kompensasi dari Pemerintah Pusat.

Hal itu terungkap dalam rapat laporan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Buleleng bersama Satgas PMK Provinsi Bali dan Satgas PMK Buleleng, Rabu (20/7/2022), di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng.

Wabup Sutjidra menerangkan bahwa kasus PMK di Buleleng terus diupayakan tuntas, mulai dari pelaksanaan vaksinasi hewan ternak sehat sampai radius 10 Km dari daerah terindikasi PMK hingga pelaksanaan pemotongan bersyarat.

Atas upaya tersebut, perkembangan terkini penanganan kasus PMK di Kecamatan Gerokgak telah membaik. Tercatat 76 ekor sapi terindikasi PMK telah dipotong bersyarat, sehingga tersisa 62 ekor sapi yang wajib segera dituntaskan.

Wabup Sutjidra mengakui masih banyaknya jumlah sapi terindikasi PMK yang belum dipotong bersyarat karena pemilik hewan ternak tidak menyanggupi untuk dieksekusi. Namun demikian, Pemkab Buleleng tetap optimis kasus PMK segera tuntas melalui berbagai langkah-langkah negosiasi bersama penjagal dan petani.

Senada dengan Wabup Sutjidra, Danrem Brigjen TNI Choirul Anam yang juga Wakil Ketua 2 Satgas PMK Provinsi Bali meminta Satgas PMK Buleleng terus terjun ke lapangan memberikan pemahaman kepada petani agar segera menyetujui pemotongan bersyarat.

“Sesuai dengan informasi dari Kadis Pertanian Provinsi Bali, dana kompensasi dari Pusat sudah dipastikan ada. Jadi sekarang fokus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan segera lakukan pemotongan bersyarat,” tegas Danrem Choirul.

Terkait data sapi yang dinyatakan sembuh sejumlah 130 ekor berdasarkan kondisi klinis, Satgas PMK Provinsi Bali menegaskan bahwa tidak ada kondisi sapi dengan PMK dinyatakan sembuh. Sapi tersebut tetap beresiko menular dalam kurun waktu dua tahun.

Berdasarkan informasi itu, Danrem Choirul bersama Wabup Sutjidra dan Kadis Pertanian Provinsi Bali menyepakati untuk segera melakukan test PCR kepada 130 ekor sapi yang sebelumnya dinyatakan sembuh secara klinis.

“Sembari menunggu tim dari Provinsi Bali untuk melakukan test PCR, kita gencarkan pemotongan bersyarat terhadap 62 ekor sapi yang terindikasi PMK. Ini semua harus segera dituntaskan,” tutup Wabup Sutjidra. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *