Categories Bali Berita Buleleng

Kawal Program Prabowo – Gibran , Mulia – Pas Uji Coba Makan Siang Bergizi di Kabupaten Buleleng

Singaraja (Penabali.com) – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Satu, Made Muliawan Arya (De Gadjah)–Wakil Gubernur Putu Agus Suradnyana melakukan kampanye terbuka di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Buleleng pada Kamis (31/10) kemarin.

Kali ini Paslon yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus juga melakukan uji coba Makan Siang Bergizi ke sejumlah siswa di SMK Widya Dharma Bali.

Calon Gubernur Bali, Made Muliawan Arya  menyebut program uji coba makan siang bergizi ini sebagai bentuk mengawal program unggulan Presiden terpilih Prabowo – Gibran. Sejumlah  menu yang meliputi empat sehat lima sempurna pun disajikan ke sejumlah anak didik yang ada.Harganya pun cukup menjanjikan mencapai Rp. 15 ribu untuk satu porsi, termasuk susu.

“Makanan bernutrisi ini sangat membawa dampak yang baik untuk Bali, terutama untuk petani nelayan dan peternak. Semua hasil – hasil petani itu semua diserap, tidak boleh ada yang keluar Bali, semua lokal bali,”kata De Gadjah.

De Gadjah juga menjelaskan untuk memperkenalkan program ini ke masyarakat, secara bertahap akan pihaknya bersama relawan lainnya akan melakukan uji coba di beberapa Kabupaten/Kota lainnya. “Nutrisi bagus untuk pencegahan stunting dan bagus untuk bangsa kedepannya. Kita doakan program ini berjalan dengan baik, maka dari itu ini harus satu jalur agar semua program berjalan dengan jelas dan menyentuh ke masyarakat,”imbuhnya.

Hanya saja, Ketua DPD Gerindra Bali itu menyebut,kepastian program dimulai itu belum diketahui pasti. Namun dari hasil uji coba yang dilakukan, masyarakat sangat antusias menyambut program ini. “Saya rasa segera akan terlaksana. Pak Prabowo masih berbenah,  sekarang mulai ditangkap koruptor, kita tunggu di Bali ya,”pungkasnya.

Meski belum diketahui kepastian program ini akan dimulai, namun Provinsi Bali sebut De Gadjah sudah mengirimkan empat pengawas makanan. Mereka dipilih dan diberi pelatihan langsung ke Jakarta. “SDM sebagai pengawas makanan sudah di didik, untuk ditempatkan di daerah. Mereka diberikan pelatihan selama tiga bulan, doakan ya supaya cepat satu jalur,”tutupnya. (ika)